Tentang Blog Ini


Kambali Dompu MantoiDompu adalah sebuah kabupaten di bagian tengah Pulau Sumbawa, NTB. Ibukotanya adalah Kota Dompu. Dompu merupakan bekas kerajaan yang telah eksis sejak awal abad XIV. Dalam kitab negarakertagama nama Dompu disebut sebagai Dompo dan menjadi salah satu target penaklukan oleh Majapahit. Setelah nama Dompo disebutkan dalam sumpah palapa tahun 1331, setidaknya butuh masa 26 tahun dan dua kali serbuan untuk menaklukan Kerajaan Dompo.

Menurut Israil M. Saleh, Islam masuk ke Dompu sekitar tahun 1520. Ditandai dengan datangnya Syaikh Nurdin seorang ulama keturunan Arab. Masa itu adalah masa di mana Kerajaan Demak dan Girikedaton di bawah pemerintahan Sunan Prapen sangat gencar mengislamkan bagian timur nusantara. Tahun 1545, sistem pemerintahan Dompu beralih dari kerajaan Hindu Ciwa menjadi Kerajaan Islam (Kesultanan). Sultan pertamanya adalah Sultan Syamsuddin. Tahun 1628 adalah permulaan gelombang kedua pengislaman Dompu dan seluruh P. Sumbawa lewat Kerajaan Goa-Tallo, Sulawesi selatan. Pewaris tahta Kesultanan Dompu pulang dan menduduki singgasana kesultanan setelah terlibat konflik perebuatan kekuasaan di Bima yang dimenangkan oleh sepupunya La Ka’i (Sultan Abdul Kahir). Beliau bernama Sultan Sirajuddin yang bergelar Manuru ‘Bata (yang disemayamkan di istana ‘bata).

Sejak masa pemerintahna Sultan Syamsuddin Mawa’a Tunggu, lalu Sultan Sirajuddin Manuru ‘Bata, hingga Sultan M. Sirajuddin Manuru Kupa, Kesultanan Dompu menjadikan Syariah Islam sebagai satu-satunya sumber hukum dan undang-undang. Meskipun sistem permerintahan berbentuk monarki, namun bukanlah monarki absolut. Akan tetapi lebih kepada Monarki Konstitusional dengan Syariah Islam sebagai sumber utama. Tak mengherankan jika penerapan Syariah Islam menjadikan masyarakat Dompu sebagai masyarakat yang baik budi pekertinya, santun, jujur, kesatria dan pemberani. Tidak ada korupsi, sogok-menyogok, pacaran atau selingkuh alias zina, riba perbankan. Tidak ada narkoba dan kenakalan remaja. Tidak ada kasus kekerasan seksual yang marak. Martabat wanita benar-benar terlindungi. Wanita diposisikan sebagai seorang mahluk suci yang harus diperlakukan dengan hormat.

img_7737_hip10_htibima_asimbojo

Namun kehidupan yang indah dan damai itu sedikit demi sedikit terganggu dengan kedatangan Kafir Penjajah Belanda yang juga ikut menyebarkan misi kristenisasi. Pasca Kekalahan Kerajaan Goa-Tallo terhadap VOC Belanda dan perjanjian Bongaya, penjajah mengontrol kebijakan Asi Dompu[1]. Pergantian kekuasaan pun mulai dimasuki intrik kotor penjajah. Penjajah berusaha menaikan para kaki tangannya ke tampuk kekuasaan setiap kali terjadi suksesi politik. Kebijakan-kebijakan kolonial banyak menyengsarakan rakyat dan menggerus penerapan syariah Islam. Belanda memang mencoba melakukan deislamisasi politik secara sistematis kepada kesultanan-kesultanan di nusantara sesuai dengan rekomendasi Snouck Hurgronje. Inilah awal munculnya sekularisme di tanah Dompu. Belanda membiarkan praktek keislaman berbau spiritual dan ritualistik seperti masalah aqidah, ibadah, makanan-minuman, pakaian, nikah-cerai dan waris. Namun berusaha menyingkirkan syariah Islam dari ranah publik dan politik. Usaha Belanda ini akhirnya berhasil menghancurkan Kesultanan Dompu berkeping-keping setelah mereka membuang Sultan M. Sirajuddin ke Kupang, NTT pada tahun 1934 dan menghapuskan Kesultanan Dompu.

Kini penjajah telah pergi, Indonesia pun merdeka. Namun warisan kolonial berupa pemikiran (mafahim), standarisasi (maqayis) dan perasaan (qanaat) barat telah tertancap di jantung masyarakat muslim Dompu. Sebagai sebuah warisan kolonial yang diterapkan melalui para antek yang mendewakan peradaban barat. Ide-ide barat berupa sekularisme, demokrasi dan kapitalisme telah menghancurkan sendi-sendi kehidupan masyarakat. Ideologi dan syariah barat telah menggantikan ideologi dan syariah Islam untuk mengatur kehidupan masyarakat. Sementara Syariah Islam dicampakkan. Syariah Islam begitu ditakuti dan enggan diterima kembali dengan alasan kebhinekaan. Masyarakat Dompu tenggelam dalam kemaksiatan besar, yakni menerapkan hukum kufur buatan manusia dengan mencampakkan hukum Allah.

Apakah hukum Jahiliyyah yang mereka kehendaki??? Dan siapakah yang lebih baik hukumnya daripada Allah bagi orang-orang yang yakin???” (TQS. Al Maaidah: 50).

Mereka lupa bahwa nenek moyang mereka telah menerapkan Syariah Islam itu selama berabad-abad. Seandainya tidak ada kedengkian kaum kafir barat, mungkin Syariah Islam akan tetap menjadi sumber hukum kaum muslimin. Mereka tidak paham bahwa di dalam Syariah Islam terdapat maslahat dan rahmat. Karena Islam adalah Rahmatan lil ‘alamin. Mereka tidak tahu bahwa di dalam Syariah Barat terdapat kerusakan dan kehancuran.

Kini angka perceraian di Dompu begitu tinggi, kebanyakan digugat oleh para istri. Moral remaja rusak sekali, pacaran, selingkuh, perzinahan marak terjadi. Narkoba, miras dan judi makin menjadi-jadi. Jangan tanya angka kekerasan seksual (perkosaan, pencabulan, pelecehan seksual), Dompu menempati urutan teratas dalam hal ini. Penganggurannyapun begitu tinggi, sedangkan para pejabat hobby korupsi. Para ulama adalah para penjilat yang anti mengkritik pemerintah. Sebagian besar adalah ulama fulus yang menjadikan status ulama’nya sebagai sarana mencari proyek. Para aktifisnyapun adalah orang-orang yang tak bisa dipercayai. Karena di saat mereka berdemo menghujat pemerintah, di saat yang sama mereka melakukan lobi-lobi dan deal rahasia. Itulah akibat menerapkan hukum thaghut buatan manusia. Itulah akibat mendewakan dan menyembah ide-ide barat.

Kini teguran dan peringatan Allah begitu sering mendatangi Dompu. Terkadang kekeringan dan kemarau panjang didatangkan, sering pula banjir besar datang ketika musim hujan tiba. Jangan bilang gempa Bumi, sudah tak terhitung menghantam negeri ini. Berbagai bencana diturunkan oleh Allah untuk memperingatkan kita bahwa kita telah salah dan kita harus kembali pada Syariah Islam (Ndai tawa’ura ncara, ‘ba onena ndede, mai tambali kai Sare’at Islam). Karena berbagai kerusakan dan bencana adalah teguran Allah pada manusia agar mereka kembali bertaubat, kembali pada jalan yang benar, kembali menerapkan Syariah Islam secara sempurna, kembali menjadikan Syariah Islam sebagai sumber utama dan satu-satunya undang-undang yang berlaku di negara kita.

Telah nampak kerusakan di daratan dan di lautan disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (TQS. Ar Ruum: 41).

Blog ini hanyalah sebuah sarana penyadaran kepada kita semua bahwa secara normatif, kita wajib menerapkan hukum Allah yakni Syariah Islam.[2] Baik dalam urusan spiritual maupun juga dalam urusan politik. Dalam urusan individu dan keluarga, juga dalam urusan bermasyarakat dan bernegara. Sedangkan secara historis kita pernah melakukannya, kita pernah menerapkan Syariah Islam dalam periode yang sangat panjang lewat sebuah institusi bernama Kesultanan Dompu. Jadi perjuangan restorasi Dompu yang bersyariah tidak ahistoris. Tidaklah juga mimpi seperti yang dikatakan oleh sebagian kalangan di Dompu yang terdiri atas kaum pragmatis yang hanya memikirkan diri sendiri dan takut kehilangan jabatan, para penjilat yang takut kehilangan sumber penghasilannya, pergerakan dan himpunan mahasiswa liberal yang telah menggadaikan dirinya kepada ideologi barat dan komunitas munafik Dompu yang telah terbuai dengan janji harta dan tahta dari para kaki tangan barat serta para pengikut mereka yang tidak sadar bahwa mereka diajak ke jurang neraka.

Jadi sebenarnya kambali dompu mantoi[3] bukanlah blog sejarah dan budaya. Visi MADA[4] adalah membangun kesadaran historis-politis pembaca. Dan misi MADA adalah menyajikan tulisan dan informasi berkualitas yang dapat membangun kesadaran historis-politis pembaca sekalian. Meskipun kadang-kadang memuat informasi historis, namun itu semata-mata dengan tujuan menggugah kesadaran historis dan politis anda agar mau kembali. La’allahum yarji’uun seperti bunyi QS Ar Ruum ayat 41 di atas.

Motto blog, Kami Menulis Sejarah Dompu Dulu, Kini dan Nanti. Sejarah Dompu dulu maksudnya adalah kami menulis sejarah Dompu dahulu untuk membangun kesadaran historis pembaca, sejarah Dompu kini maksudnya kami menyajikan secara apa adanya kondisi kekinian dan kerusakan-kerusakan masyarakat Dompu akibat penerapan sekulerisme – kapitalisme – demokrasi dengan mencampakkan Syariah Islam. Disertai analisa tentang penyebab serta ditambah dengan tawaran solusinya. Sedangkan sejarah Dompu nanti adalah sejarah masa depan Dompu. Yakni kami memberikan visi kepada pembaca seperti apa seharusnya Dompu ke depan. Takdir Dompu dan seluruh kaum muslimin adalah kembalinya Negara Khilafah Islamiyah yang berjalan di atas metode kenabian. Negara yang akan menyatukan 1,7 milyar umat Islam dalam satu institusi politik tunggal. Negara yang akan menerapkan Syariah Islam secara utuh dan sempurna sesuai perintah Allah dan teladan Rasulullah. Negara yang akan menyebarkan kembali dakwah Islam ke negeri-negeri yang belum didatangi oleh seruan Islam sama sekali. Negara yang akan mengobarkan jihad melawan para penjahat peradaban yang menghalangi sampainya cahaya Islam kepada seluruh manusia.

Memang ini terlihat terlalu muluk dan mimpi yang tinggi. Namun segala sesuatu memang dimulai dari cita dan mimpi. Blog ini adalah sarana kami untuk bertemu anda walau kita tak bertatap muka. Karena MADA peduli akan orang Dompu dan karena MADA mencintai Dompu sebagai tanah kelahiran MADA. Setidaknya MADA telah memulai kepedulian dan sebuah usaha kecil. Memulai memperbaiki kesadaran anda akan realitas kerusakan (fasad) yang terjadi di dalam masyarakat kita. Sebab fasad itu ditampakkan oleh Allah agar kita semua mau ruju’ (kembali). La’allahum yarji’uun (TQS. Ar Ruum: 41).

Menurut para ulama, kembali maksudnya adalah kembali bertaubat, memperbaiki kesalahan selama ini. Sedangkan kesalahan komunal kita selama ini adalah menerapkan Syariah Barat dan mencampakkan Syariah Islam. Kembalinya kita bertaubat artinya kita kembali menerapkan Syariah Islam dan mencampakkan Syariah Barat itu selamanya. Sedangkan menerapkan Syariah Islam yang sempurna mustahil dilakukan tanpa eksistensi Negara Khilafah. Mengapa? Pertama, karena hanya Khilafah institusi penerapan Syariahyang diamanatkan Allah dan Rasul-Nya. Kedua, Khilafah adalah salah satu ajaran Syariah Islam, jika Khilafah tak ditegakkan maka artinya Syariah tidak diterapkan secara keseluruhan. Padahal Allah mewajibkan masuk ke dalam (Syariah) Islam secara keseluruhannya.

Mari kita kembali bertaubat. Kembali menerapkan Syariah Islam sebagaimamna yang dilakukan oleh nenek moyang kita dahulu lewat institusi Kesultanan Dompu, Dompu mantoi (Dompu Yang Dahulu). Lebih dari itu, mari kita berusaha sekuat tenaga untuk kambali (mengembalikan) Dompu yang dahulu itu. Tugas berat kita di depan mata yang membutuhkan strategi dan kesabaran luar biasa: Mengembalikan Dompu Yang Dahulu, Kambali Dompu Mantoi.

.

Dompu, 30 Agustus 2016 (Edisi Revisi)

Sultan Dompu 2040

Uma Seo Makambali Dompu Mantoi

—————————————————————————

Catatan Kaki:

[1] Istana Dompu

[2] Dalil-dalil tentang hal ini sudah banyak beredar di dunia maya

[3] Para pembaca mungkin heran dengan nama dari blog ini. Apalagi orang yang sama sekali tidak paham Bahasa Mbojo (Bahasa Bima dan Dompu). Kata Kambali digunakan untuk dua fungsi. Yang pertama, untuk meminta atau memerintahkan (kambali = kembalikan) dan yang kedua untuk menginformasikan (kambali = mengembalikan).

Dompu adalah nama sebuah Kabupaten di Nusa Tenggara Barat. Yakni di bagian tengah pulau yang dinamakan oleh Belanda sebagai P. Sumbawa. Kab. Dompu adalah sebuah bekas Kesultanan Islam, yakni Kesultanan Dompu.

Adapun kata “Mantoi” artinya adalah yang lama, yang kuno, atau yang dahulu. Jadi jika digabungankan kalimat kambali Dompu Mantoi dapat diartikan “Mengembalikan Dompu Yang Dulu” atau “Kembalikan Dompu yang Dulu.” Dua arti ini MADA gunakan semuanya dalam filosofi perjuangan MADA.

Lalu kenapa pula namanya “Kambali Dompu Mantoi,” bukan nama lain yang mungkin lebih keren? Jelas sekali kami memilih nama tersebut bukan tanpa sebab. Sebagaimana terlihat dari namanya, visi kami adalah mengembalikan Dompu kepada sebuah kondisi “ideal” yang dahulu pernah dialami oleh Dompu.

[4] MADA adalah singkatan dari MAKAMBALI DOMPU MANTOI

 

32 Balasan ke Tentang Blog Ini

  1. Nasrul berkata:

    assalam…
    trima kasih atas tulisan saudara,
    memang banyak hal yg harus dibenahi saudara, dan semua itu harus terpola secara sistematis.
    ada satu hal yg saya tertarik saudara, mengenai bencana yang saudara maksud….kalw dilihat dari aspek sosial, sesungguhnya yg harus kita sadari yaitu pola pikir masyarakat dompu yang cenderung praktis, dan pola pikir itu datang dari didikan orang tua yang telah mengajarkan anaknya dari sejak si anak masih dalam kandungan. miris memang kenyataan yang dihadapi saat ini, bagaimana pemuda-pemuda dipaksa untuk menjadi pegawai negeri agar tentu saja dapat diterima sebagai menantu…
    untuk itu saudara, jika kita kembali melihat Rasulullah SAW bagaiman kehidupan beliau, maka kita dapat mengambil kesimpulan yaitu “berdagang dan mengatur sistem berdasar islam”.
    terima kasih lagi saudara, semoga saudara bisa berikan saya tulisan mengenai cara berdagang Rasulullah SAW

  2. Reka_Xe berkata:

    lumayan tp boleh d kembangin dikit sih. terima kasih

  3. Nia (Xe) berkata:

    terima kasih, sangat bermanfaat (Nia Xe)

  4. ananda reka Xe berkata:

    bagus sekali

  5. nur wahda nia Xe berkata:

    tepat dan akurat

  6. Dhewy X5 berkata:

    Astagfirullah rasanya pngen taubat secepatnya..😀

  7. Dewiiy X5 berkata:

    Kini islam tlah rndah di mta manusia..
    Astgfirullah semoga penerus2nya tak seperti itu…

  8. Au ncau pk grue, maru” ra, JK

  9. Dhewy X5 berkata:

    Aina smpe mki kala kati ney pak gru..
    Heheh
    JK😛

  10. Nggak ngerti pak gru!
    Pha mksud’y?
    Bsa d jelaskan ?

  11. Maki baca pak gruee,,
    tetap gag bsa ngertii ku ningsih ney,,,
    :p

  12. Novitasari X5 berkata:

    Smoga apa yang anda ktakan cmua dpat tercapai !

  13. andre XE berkata:

    hehe…🙂
    (Y) pak aq kan blajar.

  14. andre XE berkata:

    q kan belajar.

  15. andre XE berkata:

    siapppppppppppppp

  16. Guru Toi berkata:

    blog menarik,, mungkin akan lebih menarik kalau bisa tukar link bersama,,
    trims,, semoga bisa saling mengisi dan membagi..

    Salam

  17. LenSA NTB berkata:

    berita tentang dompu juga ada di blog LenSA NTB
    akan menarik jikalau bisa tukar link

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s