Sepucuk Surat Cinta untuk Ibu Sukmawati (Dari Netizen Dompu)


Fatun biasri_rimpu mpida_dompu_Sumbawa Island_west nusatenggara

Oleh: Fatun Biasri

Untukmu Ibu Sukmawati,
Perkenalkan Bu, aku adalah generasi muda Warga Negara Indonesia yang mencintai dengan sangat budayanya. Sama seperti ibu. Saya lahir di Bagian Timur Indonesia. Dompu namanya.
Bagaimana kabar ibu hari ini? Semoga Allah selalu melindungi setiap langkahmu Bu, semoga ibu senantiasa sehat selalu.

.
Ibu Sukmawati,
Aku tahu, ibu adalah wanita yang begitu sangat mencintai Indonesia, ibu sudah membuktikannya dengan sangat lembut menyatakan bahwa Konde sangatlah indah, aku pun setuju denganmu. Tentu saja. Konde yang ibu maksud adalah dari daerah Pulau Jawa. Alhamdulillah, aku pun sama seperti ibu, mengetahui nya. Tapi apakah ibu tau?
.
Wahai ibu Sukmawati, Ibu Indonesia Pertiwi..
Tentu saja ibu lebih tahu bahwa banyak budaya di Indonesia, ini bukan pasal membuat Umat Muslim se-Indonesia ini tersinggung, tapi aku rasa ibu pun tau Bahwa Cadar pun termasuk budaya dari Nusantara, Mungkin saja ibu lupa? Baiklah.. Aku akan membuatmu mengingatnya.
.
Ibu Sukmawati yang baik hati,
Di Bagian Timur Indonesia, letaknya di Nusa Tenggara Barat, ada 2 (dua) Kabupaten namanya Bima dan Dompu, mereka memiliki budaya cadar dari leluhur, Rimpu namanya Bu. Rimpu itu adalah pakaian Gadis di daerah sana menggunakan kain tenun, kainnya cantik dan indah. Sama seperti yang ibu gunakan. Namun, Mungkin ibu pernah melihat seseorang wanita berpakaian dililit lilit menggunakan sarung seperti cadar? Jika ibu belum Pernah melihat nya, Mari, dengan senang hati ku tunjukkan padamu sembari kita jalan-jalan tengok indahnya Bima-Dompu.

Ibu Sukmawati,
Apakah ibu ingin coba pula menggunakannya? Aku bersedia mengajarkanmu caranya, agas ibu tahu rasanya menggunakan Rimpu? Ini sangat Nyaman Bu. Dan ibu akan sangat cantik menggunakan nya.
Itulah kira-kira Cadar yang bukan hanya Budaya Arab. Yang aku tahu Indonesia pun memiliki Budaya seperti itu.
.
Ibu Indonesia,
Jika suara kidung lebih indah dari suara Adzan, mungkin ibu keliru. Tapi ibu memiliki hak untuk itu. Bukankah kita hidup di negeri yang sangat menjunjung Hak Asasi Manusia? Dan ibu berhak sangat bebas menggunakan Hak mu untuk berpendapat.
Bu, ingin sekali aku duduk santai denganmu menikmati indahnya matahari sore terbenam sambil bercerita tentang Suara Adzan dan Cantiknya Budaya Rimpu di Indonesia bagian sebelah Timur. Apakah ibu lupa? Suara Adzan baik itu merdu atau tidak, itu adalah panggilan Tuhan untuk mengingat kan kita. Bahwa hidup itu tidak semenarik yang kita lihat, bahwa hidup di Dunia ini hanya sementara, kita semua akan mati. Dan kembali kepada Tuhan.
.
Ibu Indonesia,
Sebagai generasi muda, sebagai penerus bangsa dan pecandu budaya semoga ibu bisa mengingat kembali, bahwa budaya di Indonesia sangat banyak. Perihal suara kidung lebih baik dari suara Adzan, cepatlah ambil air wudhu, mari kita shalat dan sama-sama memohon ampun, agar Rahmat dan Karunia Tuhan selalu bersama rakyat Indonesia.
.
Ibu Sukmawati yang kami Cintai,
Itu saja yang ingin aku ingatkan kepadamu, mungkin dengan ini ibu bisa mengingat kembali. Satu lagi yang ingin ku ingatkan, datanglah nanti pada tanggal 15 bulan Juli tahun ini di Monas, ibu akan Lihat banyak wanita bercadar Rimpu sebagai pelestarian budaya dari Leluhur kami Bima – Dompu.
.
Indonesia, 4 April 2018

Tertanda,
Sampela (Gadis) Rimpu Bima – Dompu

Iklan

Tentang Faisal Mawa'ataho

Orang Dompu asli. Hanya orang biasa, tapi punya cita-cita
Pos ini dipublikasikan di Artikel Tamu dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s