Khilafah Itu Janji Allah, Janji Allah Pasti Terwujud Cepat Atau Lambat


penduduk pulau sumbawa

(Sebagai) janji yang sebenarnya dari Allah. Allah tidak akan menyalahi janjinya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.(QS. Ar-Ruum: 06)

*****

Kambali Dompu Mantoi – Adakah di antara anda yang berani mengatakan bahwa Allah Maha Ingkar Janji? Na’uzhu billah. Pasti iman yang lurus akan menuntun kita untuk tidak berani mengatakan hal yang lancang seperti itu.

Oke, berarti, Allah itu Maha Menepati Janji. Itu pasti, case closed.

Ada buktinya?

Ada, kok.

Mana?

Saya hanya akan cerita beberapa janji Allah tentang kemenangan dan kejayaan kaum muslimin.

Oke, ceritakan…

Nih, janji Allah tentang kekuasaan kaum muslimin yang luas dan janjinya bahwa kaum muslim tidak akan kalah kecuali ada pengkhianat dalam internal kaum muslim:

“Sesungguhnya Allah menggulung bumi untukku sehingga aku bisa melihat timur dan baratnya. Dan sesungguhnya kekuasaan ummatku akan mencapai apa yang telah dinampakkan untukku. Aku diberi dua harta simpanan: Merah dan putih. Dan sesungguhnya aku meminta Rabbku untuk ummatku agar Dia tidak membinasakan mereka dengan kekeringan menyeluruh, agar Dia tidak memberi kuasa musuh untuk menguasai mereka selain diri mereka sendiri sehingga menyerang perkumpulan mereka. Dan sesungguhnya Rabbku berfirman, “Hai Muhammad, sesungguhnya Aku bila menentukan takdir tidak bisa dirubah, sesungguhnya Aku memberikan untuk umatmu agar mereka tidak dibinasakan oleh kekeringan menyeluruh dan Aku tidak akan memberi kuasa musuh untuk menyerang mereka selain diri mereka sendiri lalu mereka menyerang perkumpulan mereka, walaupun musuh mengeepung mereka dari segala penjurunya, hingga akhirnya sebagian dari mereka (umatmu) membinasakan sebagaian lainnya dan saling menawan satu sama lain.” (HR. Muslim no. 2889)

Apakah janji Allah itu terbukti?

Yap, terbukti.

Pertama, kekuasaan umat Muhammad telah mencapai timur dan barat. Dahulu Kekuasaan NKRI (Negara Khilafah Rasyidah Islamiyah) mencapai ¾ bagian dunia meliputi benua Asia, Afrika dan Eropa.

Kedua, ummat Muhammad telah mendapat harta rampasan perang dari Persia berupa emas berwarna merah dan dari Romawi berupa Perak berwarna putih.

Ketiga, dalam sejarah, ummatIslam tak pernah terkalahkan oleh kaum Kafir kecuali ada pengkhianat di dalam tubuh kaum muslimin. Lihatlah contoh Perang Cut Nyak Dien, Perang Diponegoro, sampai usaha Inggris meruntuhkan Khilafah Ottoman Turki pun berkat jasa para pengkhianat dalam tubuh kaum muslim.

Ada lagi nih cerita.

Cerita apa?

Ketika para sahabat sedang menggali parit pada perang khandaq (perang ahzab), Salman Al-Farisi Radhiyallahu ‘anhu menemukan sebuah batu besar yang tidak mempan dihancurkan. Maka Rasulullah SAW turun tangan langsung. Dengan tiga kali pukulan, batu itupun hancur berantakan. Tiap pukulan mengeluarkan cahaya putih kemilau. Ketika ditanyakan oleh Salman RA, beliau menjawab:

“Adapun cahaya pertama, itu adalah tanda bahwa Allah akan menaklukan Yaman untukku. Sedangkan cahaya kedua, adalah tanda aku akan menaklukkan Syam dan negeri-negeri sebelah barat (maghrib) untukku. Sedangkan cahaya ketiga, adalah tanda aku akan menaklukan negeri-negeri timur” (Sirah Ibnu Hisyam, hal. 548).

Visi ini yang kemudian memotivasi kaum muslimin sepeninggal beliau untuk terus menyebarkan Islam ke berbagai penjuru Bumi. Yaman berhasil dibebaskan secara sempurna pada masa Khalifah Rasulullah, Abubakar Ash-Shiddiq RA menjadi kepala Negara. Syam (Sekarang Palestina, Suriah, Yordania, dan Libanon) dan negeri-negeri barat atau pantai utara Afrika yang meliputi Mesir serta sebagian wilayah Libya dan Tunisia yang sebelumnya merupakan koloni imperium Romawi, tunduk pada masa kepemimpinan Khalifah Umar bin Khaththab RA. Pada masa beliau juga dibebaskan wilayah Persia yang terletak di sebelah timur Jazirah Arab. Sisanya, yakni wilayah Asia Tengah hingga ke Asia Timur dan Asia Selatan tunduk pada masa Khalifah Utsman Bin Affan RA.

Mantap tuh….

Ada lagi nih…

Apaan?

Allah pernah berjanji lewat lisan Rasul-Nya:

“Kalian pasti akan membebaskan Konstantinopel, sebaik-baiknya amir (panglima perang) adalah amirnya dan sebaik-baiknya pasukan adalah pasukannya.” (HR. Ahmad).

Itulah salah satu visi pembebasan dan kemenangan lain yang diberikan oleh Muhammad Rasulullah SAW kepada umatnya. Pembebasan Konstantinopel, ibu kota Imperium Byzantium (Romawi Timur) yang merupakan Negara Adidaya saat itu (semacam USA zaman sekarang). Kota Konstantinopel adalah salah satu kota terpenting di zamannya, penuh dengan keindahan dan kemegahan, serta memiliki pertahanan yang kuat dan tidak tertembus selama ribuan tahun. Menjadi orang yang menaklukannya pasti merupakan prestise yang tidak enteng. Apalagi prestise tersebut bukan sembarang prestise. Tapi prestise yang langsung disematkan oleh Allah dan Rasul-Nya.

Muhammad bin Murad (Mehmet II) menjadi ahlu bisyarah tersebut. Di tangan Sultan Mehmet II lah akhirnya visi Rasulullah dapat terwujud. Yakni kemenangan kaum muslim dan dibebaskannya Kota Konstantinopel dari kesyirikan aqidah dan kekufuran system pada tanggal 29 Mei 1453 atau 20 Jumadil Ula 857 H. beliau digelari Muhammad Al-Fatih, Muhammad Sang Pembebas.

Sekarang ada lagi nih janji Allah yang belum terwujud.

Apa itu?

Janji Allah dalam Surat An-Nuur ayat 55 dan dikuatkan dengan berbagai hadis Rasulullah SAW. tentang akan berdirinya kembali Negara Khilafah Islam. Muhammad bin Murad (Mehmet II) menjadi sultan setelah wafat ayahnya pada tahun 1451 M (855 H). Di tangan Sultan Mehmet II lah akhirnya visi Rasulullah dapat terwujud. Yakni kemenangan kaum muslim dan dibebaskannya Kota Konstantinopel dari kesyirikan aqidah dan kekufuran system pada tanggal 29 Mei 1453 atau 20 Jumadil Ula 857 H. Ini bertepatan dengan masa pemerintahan Khalifah Al-Qaim Biamrillah pada akhir-akhir masa Khilafah Abbasiyah yang beribu kota di Mesir. Menurut Imam As-Suyuthi, Al-Qaim menjadi Khalifah pada tahun 854-859 H.

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan aku. Dan Barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, Maka mereka Itulah orang-orang yang fasik.(QS. AN-Nuur: 55).

Kata LAYASTAKHLIFANNAHUM dalam ayat ini, diterjemahkan menjadi “Dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka berkuasa.” Terjemahan ini belum mengerucut secara real. Karena kata LAYASTAKHLIFANNAHUM terdiri atas kata LA (Lam ta’kid, yang menyangatkan maknanya); kata YASTAKHLIFA (merupakan kata bentukan yang memiliki akar KHALAFA – YAKHLUFU – KHILAFATAN, satu akar kata dengan kata KHILAFAH); kemudian ada NA (Nun ta’kid, sebagai tanda keseriusan janji maka Allah menggunakan dua kali ta’kid) dan kata HUM (artinya mereka kaum muslimin).

Jadi ayat ini adalah janji Allah kepada kaum muslim di setiap masa dan zaman bahwa mereka akan diberikan Khilafah yang akan meneguhkan Islam, memberikan rasa aman, dan memberantas kesyirikan.

Kemudian berlangsung kerajaan diktator selama kurun waktu tertentu yang Allah kehendaki lalu Dia mengangkatnya bila Dia menghendaki untuk mengakhirinya. Kemudian akan berlangsung kembali KHILAFAH menurut sistem Kenabian.  Kemudian beliau diam.’” (HR Ahmad dan Baihaqi).

Salahkah jika kami yakin akan janji Allah, salahkah ketika kami memperjuangkan Khilafah? Bukankah Allah memerintahkannya dan bukankah kita ini muslim yang kelak akan kembali pada Allah juga?

……………………..

Sesungguhnya Allah tidak akan mengingkari janji.” (QS. Ar-Ra’d: 31). Wallahu a’lam bi ash-shawwab [Uma Seo]

rpa bima_2

Tentang Uma-Seo Makambali Dompu-Mantoi

Orang Dompu, tak tinggal di Dompu. Hanya orang biasa, tapi punya cita-cita
Pos ini dipublikasikan di Opini dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s