Tambora, Negeri Yang Diadzab Allah


kerangka manusia Tambora

Kerangka penduduk lereng Tambora yang ditemukan Thn 2009 (mencarirahasia.blogspot.com)

Kambali Dompu Mantoi – Allah telah menurunkan risalah Islam dengan mengutus Rasul-Nya yang terakhir. Allah telah menyempurnakan Islam dan meninggikan Islam dari agama lain. Allah telah mewajibkan Syariah untuk diterapkan dan Allah telah menetapkan bahwa negara adalah institusi penjaga Syariah Islam.
Allah memerintahkan manusia untuk beriman kepada-Nya, kepada Rasul-Nya, kepada hari pembalasan. Allah memerintahkan berbuat baik, menegakkan keadilan dan mengatakan kebenaran di mana saja. Allah memerintahkan untuk meninggalkan perbuatan buruk, keji dan jahat, Allah memerintahkan saling mengingatkan dalam kebaikan dan kebenaran.
Namun adakalanya manusia mengingkari perintah dan larangan Allah. Mereka menolak beriman pada Allah dan tetap pada kesyirikan dan kekufuran mereka. Mereka mendustai para Rasul dan para ulama yang mewarisi mereka. Mereka pun menolak eksistensi hari pembalasan. Mereka berbuat jahat dan kerusakan di Bumi Allah. Mereka berbuat keji dan melampaui batas. Mereka mempraktekkan perbuatan-perbuatan yang bahkan tidak pernah di lakukan binatang sekalipun.
Sebut saja Negeri Sodom dan Gomorah, kaum Nabi Luth, mereka melakukan praktek keji bernama homoseksual dan lesbianisme yang tidak dikenal dalam dunia binatang sekalipun. Mereka mendustakan Rasul Allah dan mengingkari hari pembalasan. Maka Allah siksa mereka. Kedua negeri itu dihujani dengan batu-batu dari langit lalu dijungkirbalikkan. Atas jadi bawah, bawah jadi atas. Sekarang lokasi kedua negeri itu menjadi titik terendah di muka Bumi, sebuah danau air asin dengan kadar garam tertinggi dunia yang disebut sebagai Dead Sea (laut mati). Kita juga masih bisa menyaksikan fosil-fosil manusia yang digali dari reruntuhan kedua negeri itu. Fosil-fosil itu benar-benar menggambarkan perbuatan bejat mereka. Laki-laki menyetubuhi laki-laki, perempuan suka sesama perempuan.

fosil penduduk pompei maksiat

Fosil penduduk Pompei

Ada pula sebuah kota di kaki Gunung Vesuvius, Italy, yangn bernama Kota Pompey. Di Zaman kekuasaan Romawi, kota itu terkenal sebagai kota erotis sedunia. Aksi adu manusia dengan manusia sampai mati, adu manusia dengan hewan yang tak manusiawi, minuman keras merajalela, zina merebak di mana-mana. Bahkan di jalan-jalan kota akan kita jumpai pasangan-pasangan mesum yang melakukan perbuatan cabul bahkan persetubuhan. Rumah bordil sebagai pusat pelacuran disediakan di mana-mana. Disediakan untuk rakyat biasa, para tentara, anggota senat (DPR) hingga kaisar Romawi. Pornografi merebak di mana-mana, baik berupa patung-patung telanjang maupun lukisan-lukisan sensual. Muhammad SAW telah diutus, risalah dan dakwah telah mereka dengar kabarnya, namun mereka bergeming. Mereka tetap pada kesyirikan menyembah dewa-dewi. Mereka senang berada dalam kesesatan dan kemaksiatan mereka. Maka pada tahun 79 M, Allah meletuskan G. Vesuvius, negeri terkutuk itupun musnah ditimbun abu vulkanik Vesuvius.
Hingga saat ini, kita juga masih bisa menyaksikan fosil-fosil manusia-manusia melampaui batas ini masih lengkap seperti semula. Sebuah diorama yang menggambarkan kebejatan moral mereka. Bahkan, ada fosil sepasang manusia yang ditemukan sedang melakukan hubungan intim.
.
Tambora, Negeri Yang Diadzab Allah?
Letusan Vesuvius mungkin akan mengingatkan kita pada letusan Tambora, di Dompu dan Bima. Menurut catatan Bo Sangaji Kai (The Book of The King) milik Kesultanan Bima, Pemicu Letusan Tambora adalah akibat perbuatan Raja Tambora yang menghina seorang Ulama dengan memberinya makan daging anjing dan membunuhnya. Namun harus kita pahami bahwa sebab-sebab Allah menimpakan sebuah sisksaan atau hukuman bagi suatu negeri tidaklah sesederhana dan sesingkat itu, pastilah ada runutan kejahatan panjang yang dilakukan penguasa dan penduduk negeri tersebut yang tidak dapat ditolerir lagi. Dalam bahasa Al-Quran, mereka disebut sebagai manusia-manusia yang melampaui batas (al-musrifuun).
Namun apakah bentuk kerusakan yang dilakukan oleh penduduk Kerajaan Tambora dan Kerajaan Pekat? Wallahu a’lam, tidak ada catatan detail tentang hal tersebut. Kalau kita boleh menduga-duga, bisa saja kerusakan itu berupa kesyirikan yang mereka lakukan. Mungkin mereka masih mengkultuskan gunung, pohon dan batu, mungkin mereka masih meyakini kekuasaan Parafu ra Pamboro, masih meminta berkah dan pertolongan kuburan keramat, atau mungkin mereka masih mengadakan ritual-ritual larung saji dan persembahan berbau syirik lainnya. Hanya Allah yang tahu. Sebagai perbandingan, hingga tahun 80-an, bahkan masih ada hingga kini, aktifitas syirik seperti meyakini kekuasaan Parafu ra Pamboro, meminta berkah dan pertolongan kuburan keramat, ritual-ritual larung saji dan persembahan untuk penghuni pohon, batu dan mata air masih dilakukan oleh masyarakat Dompu. Hanya saja, makin lama, skala pelaksanaannya bertambah kurang.
Bukti yang mendukung dugaan MADA ini adalah bahwa dalam Bo Sangajikai disebutkan bahwa Tuan Guru Said Al-Idrusy masuk ke Masjid menjelang waktu zhuhur, namun didapatinya masjid itu tidak berisi jamaah shalat zhuhur namun berisi seekor anjing milik Raja Tambora. Dari sini dapat kita simpulkan bahwa penduduk Tambora adalah masyarakat yang penuh syirik dan maksiat. Saking maksiat mereka merajalela, mereka lupa akan Allah. Mereka tak pernah shalat di masjid itu hingga masjid itu kotor dan kosong sehingga anjing dapat masuk dengan mudah. Anjing tak mungkin dapat masuk dan tidur di masjid jika masjid itu terjaga dan selalu dimakmurkan.
Atau bisa saja penguasanya yang zhalim dan maksiat tanpa mau dicegah oleh seorangpun anggota masyarakat. Hingga datang seorang ulama asing keturunan Arab dari Sumatera datang untuk memberi peringatan kepada penduduk negeri itu. Allah berfirman:
“Dan takutlah terhadap siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang zhalim saja di antara kalian. Dan ketahuilah Allah amat keras siksaan-Nya.” (QS. Al-Anfaal : 25).
.
Kondisi Dunia Saat Ini: Penuh Maksiat dan Kezhaliman
Kondisi Sodom-Gomorah dan Pompey di atas persis sekali dengan kondisi moral masyarakat barat saat ini. Di Amerika dan negara-negara barat lainnya, judi, minuman beralkohol, narkoba dan pornografi merajalela. Industri film porno menjadi salah satu sumber pemasukan terbesar ekonomi Amerika setelah Hollywood. Pornoaksi begitu nyata di depan mata. Ada komunitas nudist yang berkumpul sabil telanjang bulat bercampur baur mengadakan pesta miras dan seks. Di barat, manusia bisa begitu bebas berciuman bahkan melakukan hubungan seksual di jalan-jalan tanpa ada seorang pun yang dapat mencegah mereka. Bahkan mereka telah menjadikan perbuatan homoseks dan lebianisme sebagai perbuatan legal yang boleh dan dilindungi oleh hukum. Saat ini, telah ada sedikitnya lima negara yang telah melegalkan perkawinan sejenis. Perbuatan-perbuatan mereka ini cenderung telah melampaui batas. Belum lagi ketika kita berbicara tentang kekafiran dan kesyirikan yang mereka lakukan. Inilah kezhaliman tertinggi menurut Allah SWT. Jika tak ruju’ ilal Islam, tunggulah adzab Allah bagi mereka. Baik hukuman berasal dari mahluk Allah bernama orang-orang beriman, maupun dari mahluk Allah lain yang bernama banjir, gempa, tsunami maupun gunung meletus.
Di negeri-negeri kaum muslimin, termasuk Indonesia, ternyata telah meniru mereka. Lihatlah sendiri di sekeliling kita kesyirikan merajalela dalam berbagai bentuknya. Mulai dari ramalan kepercayaan-kepercayaan mistis dan klenik, praktek perdukunan dan ramalan, larung saji dan persembahan untuk pohon-batu-mata air, hingga ramalan zodiak dan valentine telah merebak di masyarakat muslim. Belum lagi ketika kita berbicara judi, miras, zina (pacaran dan selingkuh), sangat merebak di tengah masyarakat tanpa mampu dicegah oleh pemerintah.
“Jika zina dan riba sudah menyebar di suatu kampung (al-Qoryah) maka sesungguhnya mereka telah menghalalkan azab Allah atas diri mereka sendiri.” (Hadist Riwayat Al-Hakim, al-Bayhaqiy, & Ath-Thabraniy).
Pornografi telah menyebar di kalangan generasi muda. Mereka menjadi penikmat bahkan pemainnya. Narkoba telah merajalela, pornoaksi dan kekerasan seksual makin meningkat kasusnya. Apalagi sekarangn ada upaya melegalkan perkawinan sesama jenis. Kurang apa lagi kemaksiatan yang dilakukan penduduk negeri muslim terbesar ini? Apakah kita menunggu azab Allah???
“Jikalau Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, Maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS. AL- A’raf: 96).
.
Kembalilah Pada Syariah Islam, Hanya Itu Solusinya
Saudaraku, Sodom-Gomorah, Pompey dan Tambora adalah contoh-contoh nyata yang dicatat dalam sejarah tentang akhir kisah sebuah negeri yang mendustakan ayat-ayat Allah. Ayat-ayat Allah tidak lagi dijadikan pedoman dalam kehidupan mereka. Mereka mendewakan akal, hawa nafsu dan kebebasan tanpa mau terikat dengan hukum Allah. Mereka menjelma menjadi masyarakat yang melampaui batas, berbuat seperti dan bahkan lebih hina dari binatang sekalipun.
Begitu pula masyarakat muslim hari ini, kita telah terlena dengan gemerlap dunia barat sehingga kita meniru mereka sejadi-jadinya. Sekularisme, liberalisme, pluralisme, kapitalisme, hingga demokrasi kita adopsi. Kita simpan Al-Quran dan Al-Hadits di belakang punggung kita lalu kita mendewakan akal dan nalar kita yang terbatas. Kita dustakan ayat-ayat Allah!
Hingga turunlah peringatan dari Allah berupa bencana. Baik itu berupa bencana alam maupun bencana sosial. Banjir, tsunami, gempa, tanah longsor, gunung meletus, kekeringan, masih kurang apa lagi bencana yang kita saksikan? Angka KDRT dan perceraian sangat tinggi, kekerasan dan pelecehan seksual makin meningkat, banyak remaja hami di luar nikah, kualitas SDM (generasi muda) yang rendah. Moral pejabat yang rusak, dari kasus korupsi, perzinaan hingga pembunuhan merekalah pelakunya. Kurang apa lagi bencana untuk kita?
Maka ingatlah firman Allah.
”Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. Ar-Ruum: 41).
Menurut para ulama ahli tafsir (Mufassir) seperti Imam Al-Hasan, frasa la’allahum yarji’uun (agar mereka kembali) maknanya adalah agar mereka bertaubat. Demikian sebagaimana dikutip oleh Imam Ath-Thabari dan Imam Asy-Syaukani.
Kembali bertaubat di sini tidak lain maknanya adalah dengan meninggalkan segala sistem dan pemikiran barat kufur yang selama ini kita terapkan seperti Sekularisme, liberalisme, pluralisme, kapitalisme, hingga demokrasi. Setelah itu kita kembali pada Syariah Islam secara utuh dan menyeluruh, kita terapkan Syariah Islam dalam seluruh aspek kehidupan. Baik itu sebagai aturan moral dalam kehidupan individu maupun sebagai undang-undang yang mengatur kehidupan masyarakat dalam sebuah negara. Hanya dengan itu maka Indonesia kita yang tercinta ini akan selamat dari azab Allah yang Maha Keras Siksa-Nya.
Jadikanlah kaum terdahulu sebagai pelajaran, itulah gunanya kita mempelajari sejarah!
Ingatlah firman Allah SWt dalam kitab-Nya:
Katakanlah: “Adakanlah perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang terdahulu. kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah).”
oleh karena itu, hadapkanlah wajahmu kepada agama yang Lurus (Islam) sebelum datang dari Allah suatu hari yang tidak dapat ditolak (kedatangannya): pada hari itu mereka terpisah-pisah[1172].
Barangsiapa yang kafir Maka Dia sendirilah yang menanggung (akibat) kekafirannya itu; dan Barangsiapa yang beramal saleh Maka untuk diri mereka sendirilah mereka menyiapkan (tempat yang menyenangkan). (QS. Ar-Ruum: 42-44)
Dan kembali pada seluruh Syariah Islam tidak lain artinya harus pula kembali kepada Khilafah Islamiyah. Kenapa? Ada dua alasannya; pertama, karena Khilafah adalah salah satu ajaran Syariah Islam; kedua, karena Khilafah adalah bentuk dan sistem pemerintahan yang diamanatkan oleh rasulullah SAW untuk kaum muslimin; dan yang ketiga karena hanya Khilafah yang mampu menerapkan seluruh Syariah Islam sebagaimana perintah Allah. Marilah jernih memikirkan solusi ini, jauhi dulu prasangka dan benci. Wallahu a’lam bi ash-shawwab. (Uma Seo)

Tentang Uma-Seo Makambali Dompu-Mantoi

Orang Dompu, tak tinggal di Dompu. Hanya orang biasa, tapi punya cita-cita
Pos ini dipublikasikan di Romantisme dan tag , , . Tandai permalink.

6 Balasan ke Tambora, Negeri Yang Diadzab Allah

  1. Kaiya R berkata:

    Bukan sejarahnyakan?
    Tapi masih duga2…?
    Tidak baik loh menduga seperti itu… Itu sama halnya berburuk sangka.
    Kalau bikin artikel itu sesuai fakta donk bang.
    Biar kita pembaca nya lebih memahami bagaimana sebernanya terjadi..

  2. mada anna berkata:

    Ini peringatan dari seorang teman, merayakan “garangnya” tambora kala itu dgn “pesta” mmmm kyx kurang tepat,,,tengok sejarah deh “kejadian itu efeknya mendunia seperti kiamat” pantaskah merayakannya dgn trio macan tutul?? Ya mbo ustad dooong😢,,stuju dgn penulis 👍

  3. shyman ckp berkata:

    ohh ternyata benar cerita saya saya dengar dari para orang tua. tambora negeri yang di azab oleh Allah.. subhannallah.. postingnya luar biasa dae. terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s