Karo’a Pidu (Al-Qur’an Tertua di Dompu)


Foto Karo'a Pidu dari Dompu asli

Karo’a Pidu, Mushaf Al-Qur’an tertua di Dompu yang dibuat pada Abad ke XVII

“Di kala itu Karo’a Pidu ini dianggap bertuah dan memiliki berkah dan di anggap sebagai Zimat. Karena apabila terjadi wabah penyakit atau kesusahan menimpa Negeri dan Orang banyak , maka Sultan memerintahkan kepada Pejabat Agama, Imam atau Lebe Na’e atau Lebe Salama dan bersama Pejabat Hadat lain untuk mengarakkan Karo’a Pidu itu keliling Negeri di sertai bunyi2an” ( Almarhum Israel, MS. SKD 1985 ).”

*****

Kambali Dompu Mantoi – Karo’a Pidu adalah sebutan yang diberikan oleh Masyarakat Dompu terhadap sebuah Al – Qur’an Kuno dan tertua di Dompu dengan keunikan yang dimilikinya, yaitu dengan 7 (Tujuh) cara membacanya (qira’ah sab’ah).

Karo’a Pidu berukuran relatif besar, Yaitu 20,5 cm X 29 cm. Bagian dalam Karo’a Pidu khususnya disisi pinggir dihiasi dengan border yang cantik dengan aneka warna yang serasi. Tulisan Al – Qur’an nya berwarna hitam dan baris berwarna merah serta ada beberapa catatan tulisan arab di pinggir atau diluar border. Covernya berwarna Coklat gelap dengan ketebalan 0,5 cm berbahan mirip Karton Super atau menyerupai kulit kayu.

Karo’a Pidu ini ditulis pada tahun 1100 Hijriyah atau sekitar Tahun 1688/89 M. Bertepatan dengan era Kekuasaan Sultan Abdul Hamid Ahmad (1667-1697). Dan untuk menjaga dari kerusakan, Karo’a pidu disimpan dalam sebuah kotak berbahan Kayu Jati dengan ukuran 24 cm X 34,5 cm. Pada bagian depan kotak terdapat ukiran kaligrafi dengan tulisan arab. Pada ujung kiri menjelaskan tahun pembuatan Karo’a Pidu pada hari Arba’. Ujung kanan, tiga hari bulan Dzul Qaedah. Selanjutnya, tengah atas bertuliskan Hijratul Nabi Muhammad Shallallahu ‘alayhi wa sallam al akhir tahun syawal 1121 (atau Bertepatan dengan Era Kekuasaan Sultan Abdul Rasul I. 1697 – 1718 M) . Pada bagian tengah bawah tertulis milik Tuan Kita Sultan MT. Arifin Sirajuddin membuat tempat Al Qur’an ini oleh Katib[1] Sikasih.

Saat ini sedang diteliti oleh para Ahli dan Insya Allah akan dicetak dan diperbanyak sebab ini bukan saja Pusaka Dompu tapi juga Pusaka Nusantara. Terimakasih. (Imran Kasiri)

Sumber: https://kambalidompumantoi.wordpress.com/2016/04/02/karoa-pidu-al-quran-tertua-di-dompu/

Catatan Kaki:

[1] Penting untuk dibedakan, banyak orang keliru. KATIB dalam bahasa Arab artinya adalah JURU TULIS atau SEKRETARIS. Sedangkan Khatib artinya Pemberi Khutbah.

Tentang Uma-Seo Makambali Dompu-Mantoi

Orang Dompu, tak tinggal di Dompu. Hanya orang biasa, tapi punya cita-cita
Pos ini dipublikasikan di Romantisme dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s