Ditemukan Makam di Situs Doro Bata


Dorobata 2015_2_980x735mp

Foto Situs Doro Bata, Dompu, NTB.

Kambali Dompu Mantoi – Beberapa hari terakhir, ada sesuatu yang berbeda di Komplek Situs Doro Bata. Terlihat keramaian di sekitar situs peninggalan Kerajaan Dompu itu. Ternyata Pusat penelitian arkeologi Kementrian pendidikan dan kebudayaan melalui Balai Arkeologi Dempasar, melakukan eskavasi di Situs Dorobata yang terletak di Kelurahan Kandai I, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Eskavasi ini dilakukan mereka dalam rangka menelusuri dan mengungkap jejak peninggalan sejarah yang ada di wilayah Dompu.

Tim peneliti dari Balai Arkeologi Denpasar Bali tersebut diketuai oleh I Nyoman Rema yang didampingi langsung oleh Pembina Tim Ayu Ambarwati. Menurut I Nyoman Rema, rencananya penggalian ini akan berlangsung selama 14 hari dari 23 Februari sampai 7 Maret 2016. Eskavasi kali ini adalah eskavasi ke-14 yang dilakukan sejak 1989 oleh Balai Arkeologi Denpasar.

Dari hasil eskavasi sebelumnya di tahun 2010 dan 2011, tim menemukan makam kuno berupa tiga buah nisan. “Berdasarkan hasil penemuan ini, kami sementara simpulkan bahwa disini lokasi terakhir Budaya Hindu dan dimulainya Islam. Sesuai dengan sejarah bahwa di Dompu ada budaya pra hindu, Budha dan Islam. Berdasarkan hasil penelitian balai mulai tahun 1989 sampai 2016 kami menemukan 3 macam budaya. dan berdasarkan informasi bahwa budaya disini adalah istana terakhir budaya hindu,” demikian penjelasan I Nyoman Rema seperti dikutip dari sumbawanews.com (25/02). Tim Balai Arkeologi Denpasar ini menangani wilayah NTB. Sasaran kerja mereka di Tahun 2016 adalah di wilayah Dompu tepatnya di lokasi Situs Doro Bata ini.

Sepasang Nisan, ditemukan tahun 2011. Terindikasi makam wanita.

Dari berbagai artefak yang ditemukan dalam 13 kali eskavasi sebelumnya, Tim menyimpulkan bahwa ada indikasi eksistensi 3 lapisan Budaya yang berkembang dahulu di Dompu. Yakni kebudayaan massa Prasejarah (Animisme), Hindu dan Islam. Untuk mencari tahu lebih lanjut, maka Tim bekerja sama dengan pihak pemerintah Kabupaten Dompu untuk meneliti bagaimananya realitas ketiga budaya tersebut dan masyarakat seperti apa yang mendiami peradabannya.

Menurut Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dompu, Anwar M.S setelah dilakukan penelitian ini, maka pada Tanggal 02 Maret 2016 nanti akan digelar diskusi dengan para budayawan dan sejarawan Dompu. Kegiatan ini nanti akan dihadiri langsung oleh  lintas sektor bidang Pemerintahan, Kepolisian, Kodim, Diknas dan pihak lainya. Acara inig rencananya akan digelar di kantor DISBUDPAR Dompu. (AM)

Tentang Uma-Seo Makambali Dompu-Mantoi

Orang Dompu, tak tinggal di Dompu. Hanya orang biasa, tapi punya cita-cita
Pos ini dipublikasikan di Haba dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s