Gong Xi Fat Choi: Memberi Selamat Kepada Orang Yang Tak Selamat


875-neraka

Kambali Dompu Mantoi – Ternyata, anggapan bahwa imlek (tahun baru cina) semata-mata budaya orang tiong hoa adalah salah karena imlek bukan sekedar tradisi/budaya tiong hoa (Cina), namun merupakan bagian integral dari ajaran agama konghucu yang dianut oleh orang tiong hoa (Cina). Momentum imlek adalah momentum untuk menyucikan dan memperbaharui diri seorang Konghucu dengan bersembahyang pada dewa. Hal ini sebagaiman diisyaratkan dalam salah satu kitab suci mereka, yakni kitab Lee Ki bagian Gwat Ling yang berbunyi:

Hari permulaan tahun (Liep Chun) jadikanlah sebagai hari agung untuk bersembahyang besar ke hadirat Thian (Tuhan), karena maha besar kebajikan thian. Dilihat tiada Nampak, didengar tiada terdengar, namun tiap wujud tiada yang tanpa dia…..” (Tiong Yong XV: 1-5). (Lihat Hendrik Agus Winarso, Mengenal Hari Raya Konfusiani, Semarang: Effhar & Dahara Prize, 2003: hal. 60-61).

Hendrik Agus Winarso dalam bukunya tersebut membuktikan dengan meyakinkan bahwa tahun baru imlek, merupakan salah satu ajaran agama konghucu. Ia menyimpulkan bahwa bagi umat beragama konghucu, menyambut tahun baru mengandung arti ketakwaan dan keimanan.

Menurut Islam, haram hukumnya umat Islam ikut serta dalam merayakan hari raya/hari besar agama lain, termasuk hari raya imlek. Haram berpartisipasi dalam kepanitiaannya karena membantu perbuatan mungkar termasuk kemungkaran itu sendiri, haram hukumnya mengikuti perlombaan yang diadakan dalam rangka imlek, haram hukumnya mengucapkan gong si fat chai, haram hukumnya menerima ang pao, termasuk haram hukumnya menerima diskon atau hadiah yang diberikan dalam rangka imlek, haram memasang lampion merah atau hiasan naga, haram menjual pernik pernik berbau imlek, serta segala hal yang berbau imlek haram diikuti atau dikerjakan. Perhatikan pendapat dua Ulama besar ini.

Imam Malik menyatakan, “Kaum Muslimin dilarang untuk merayakan hari raya kaum musyrik atau kafir, atau memberikan sesuatu (hadiah), atau menjual sesuatu kepada mereka, atau naik kendaraan yang digunakan mereka untuk merayakan hari rayanya. Sedangkan memakan makanan yang disajikan kepada kita hukumnya makruh, baik diantar atau mereka mengundang kita.” (Ibnu Tamiyyah, Iqtidhâ’ al-Shirâth al-Mustaqîm, hal. 201).

Ibnu Qayyim al-Jauziyyah mengatakan, “Sebagaimana mereka (kaum Musyrik) tidak diperbolehkan menampakkan syiar-syiar mereka, maka tidak diperbolehkan pula bagi kaum Muslimin menyetujui dan membantu mereka melakukan syiar itu serta hadir bersama mereka. Demikian menurut kesepakatan ahli ilmu.” (Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, Ahkâm Ahl al-Dzimmah, I/235).

Nah, bagi anda yang masih ingin mengucapkan Gong Xi Fat Coi, buruan batalkan niat anda. Karena, sekedar memberi selamat saja hukumnya sudah haram. Bukankah menurut Islam hanya pemeluk Islam yang muslim. Muslim artinya orang yang selamat. Di luar muslim, mereka tidak selamat, mereka akan kekal di Neraka. Logikanya, bagaimana bisa anda memberikan ucapan selamat atau mendoakan selamat orang-orang yang tak akan selamat??? (MF)

Tentang Uma-Seo Makambali Dompu-Mantoi

Orang Dompu, tak tinggal di Dompu. Hanya orang biasa, tapi punya cita-cita
Pos ini dipublikasikan di Do Little to Reach a Big Goal, Opini dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s