Rombongan Haji dari P. Sumbawa (Bima, Dompu, Sumbawa) Dahulu (1915)


Kambali Dompu Mantoi – Sejak masuknya Islam ke tanah Dompu pada Abad XV lewat beberapa gelombang dari Jawa dan Makassar, Islam menjadi agama mayoritas penduduk Dompu. Syariat Islam mengatur segala aspek kehidupan mereka. Jika hari ini ada generasi Dompu yang menolak gagasan formalisasi penerapan Syariat Islam dalam negara, maka apa jadinya jika mereka bertemu dengan para leluhurnya yang hidup pada abad XV, XVI, XVII, XVIII, dan XIX masehi. Masih beranikah mereka menolak syariat Islam dengan jutaan alasan basi mereka? Pasalnya dahulu Kerajaan Dompu adalah salah satu Kerajaan Islam yang menerapkan seluruh Syariat Islam terhadap penduduknya.

Salah satu ajaran syariat Islam adalah kewajiban berhaji bagi yang mampu (fisik dan finansial). Penduduk di Pulau Sumbawa sejak abad XVII sudah melakukan ibadah Haji ke tanah suci. Satu-satunya sarana yang digunakan adalah kapal laut. Durasi perjalanan haji dahulu memakan waktu hingga 6-8 bulan lamanya. Termasuk di dalamnya kaum muslim di Dompu dahulu sejak dulu sudah berhubungan dengan tanah suci Mekkah.

rombongan haji dari bima dompu sumbwa tempo dulu 1915_5

Rombongan Jamaah Haji dari P. Sumbawa saat di Kantor Konsulat Hindia Belanda di Jeddah. Foto diambil oleh Cristian Snouck Hurgronje.

rombongan haji dari bima dompu sumbwa tempo dulu 1915 1

rombongan haji dari bima dompu sumbwa tempo dulu 1915_2

rombongan haji dari bima dompu sumbwa tempo dulu 1915_3rombongan haji dari bima dompu sumbwa tempo dulu 1915_4Orang Dompu menganggap naik haji adalah sebuah ibadah yag prestisius. Anggapan ini berkembang di masyarakat dan bertahan hingga hari ini. Sehingga sangat mempengaruhi praktek keislaman di Dompu. Misalnya, dalam memimpin shalat di sebuah masjid, maka yang diutamakan adalah para haji. Walaupun terkadang (saat ini) kualitas haji itu tidak dapat dipertanggungjawabkan. Namun sesuai tradisi, mereka tetap saja diutamakan.

Keyakinan masyarakat Dompu ini bersumber dari praktek haji sejak zaman dahulu. Dahulu, orang-orang yang naik haji adalah orang-orang mampu secara ekonomi, dan dari kelas sosial tinggi. Perjalanan haji yang panjang menggunakan jalur laut menyebabkan mereka mendapatkan banyak pengalaman dan ilmu. Di Makkah dan Madinah, mereka pun dapat berguru pada para Syaikh Besar. Hal ini menyebabkan kualitas haji zaman dahulu sangat bagus. Baik dari sisi bacaan Qurannya maupun pengetahuan keagamaannya. Bahkan ada Ulama keturunan Raja Dompu semacam Syaikh Abdul Ghani Al Bimawi Al Jawi yang bermukim di Makkah dan menjadi guru besar Madrasah Haramain.

Hal ini sangat berbeda dengan zaman sekarang. Haji waktunya sangat pendek dan tak ada pengalaman apapun yang dapat mereka bawa pulang kecuali pengalaman tersesat di tanah suci. Pun tidak juga ada perbaikan kualitas mereka. Namun anggapan bahwa haji paling tahu tentang agama masih bertahan hingga kini di kalangan masyarakat Dompu. Ini tak lain hasil dari penerapan Syariah Islam di Kesultanan Dompu. Masyarakat yang dihasilkan adalah masyarakat agamis dan teratur serta diberkahi Allah. Bagaimana masyarakat Dompu hari ini??? Anda bisa lihat sendiri bagaimana hancurnya aqidah, akhlak dan ketaqwaan masyarakat Dompu saat ini. Jadi, masihkah anda ragu dengan gagasan penerapan Syariat Islam di Indonesia???

Demikian artikel kita kali ini. Bagi yang sedang mencari atau membutuhkah foto haji orang Dompu zaman dahulu, mungkin bisa mendownload foto-foto ini. Jangan lupa di-like dengan mengklik tanda bintang di atas ya… Semoga bermanfaat (AM).

Sumber Foto: mbojoklopedia.com

Catatan: Foto-foto dokumentasi Jamaah Haji rombongan Pulau Sumbawa di atas adalah karya Jan Jacobus van Lonkhuijzen saat pulang dari Mekkah dengan memakai kapal Rochussen milik Belanda.

Tentang Uma-Seo Makambali Dompu-Mantoi

Orang Dompu, tak tinggal di Dompu. Hanya orang biasa, tapi punya cita-cita
Pos ini dipublikasikan di Sejarah Dompu dan tag , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Rombongan Haji dari P. Sumbawa (Bima, Dompu, Sumbawa) Dahulu (1915)

  1. mbojoklopedia berkata:

    kenapa tida permintaan ijin untuk posting gambar yang berasal dari website kami? kok langsung di publish tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.
    terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s