Massimo Luongo Bukan Cucu Sultan Dompu?


Massimo Luongo dan Kedua Orang uanya

Massimo Luongo dan Kedua Orang uanya

Kambali Dompu Mantoi – Pada perhelatan piala asia 2014 lalu, tidak hanya Australia menjadi bintang karena keluar sebagai juara. Salah satu striker timnas negeri kangguru itupun menjadi bintang yang harum namanya. Dialah Massimo luongo, pria 26 tahun ini adalah anak dari Mario Luongo, pria asal Italia yang telah menjadi warga Negara Australia.

Usut punya usut, ternyata ibu dari Massimo Luongo adalah Ira, wanita asli Indonesia yang telah lama tinggal di Australia. Media di Indonesia pun menemukan euphoria lain pengobat luka. Meski Indonesia tetap saja “gagal maning,” yang penting anak berdarah “setengah” Indonesia yang jadi bintang. Beberapa media dalam negeri kemudian mengusut asal usul Massimo Luongo dan Ibunya Ira yang dikabarkan asli Indonesia itu.

Kabar lebih mengejutkan pun mereka dapatkan. Ternyata Ira adalah wanita berdarah Suku Mbojo, Bima, NTB. Dalam berita-berita yang dimuat media di Australia, Massimo Luongo mengaku bahwa ibunya adalah puteri dari A.A. Sirajuddin, seorang Sultan di Bima. Ia mengatakan bahwa kakeknya adalah seorang diplomat yang pernah menjadi dubes RI. Ia juga mengaku memiliki banyak keluarga di Bima. Namun yang menjadi masalah adalah, banyak orang yang pernah membaca sejarah kesultanan Bima pasti meragukan pengakuan striker muda ini. Pasalnya, dalam sejarah Bima tidak ada seorangpun sultan yang bernama A.A. Sirajuddin.

Kami sempat menduga bahwa ia adalah anak dari Abdullah Sirajuddin. Putera dari Sultan Muhammad Sirajuddin Manuru Kupang. Abdullah Sirajuddin diasingkan ke Kupang bersama ayah dan kakanya, Abdul Wahab Sirajuddin. Namun kedua pangeran kesultanan Dompu itu berhasil melarikan diri. Abdul Wahab kembali ke Dompu sedangkan Abdullah Sirajuddin pergi ke Jakarta. Kami menduga bahwa akronim A.A. di depan nama A.A. Sirajuddin, kakek dari Massimo Luongo itu adalah singkatan dari nama Abdullah. Namun dugaan kami ini kembali janggal karena dalam berbagai pengakuannya, Massimo Luongo mengatakan bahwa ia cucu dari sultan Bima bukan sultan Dompu.

Yang lebih lucunya lagi, ternyata ada yang sepaham dengan dugaan kami tersebut (Bahwa Massimo adalah cucu sultan Dompu Muhammad Sirajuddin). Sampai-sampai ada beberapa situs lokal yang menyebut nama Massimo Luongo sebagai Sirajuddin dari Dompu. Lucu. Padahal nama Sirajuddin tidak pernah dipakai oleh Massimo pribadi. Justru yang dia pakai adalah nama nenek moyangnya dari Italia “Luongo” di belakang namanya sendiri. Oleh karena itu kami berusaha menelusuri kebenaran hal ini. Benarkah Massimo Luongo adalah cucu Sultan Dompu Muhammad Sirajuddin?

Narasumber yang kami temui masihlah keturunan para Sultan Bima. Rahmatun Nazilah atau akrab disapa Dae Lila adalah sepupu empat dari almarhum Ferry Zulkarnain, mantan Bupati Bima dan pernah dinobatkan sebagai Sultan Bima tahun 2014 lalu. Wanita yang sehari-hari bekerja sebagai perawat di Puskesmas Bolo ini sangat mirip dengan wajah Ira Luongo yang ada dalam foto di atas. Dae Lila mengakui bahwa Sirajuddin adalah saudara seayah beda ibu dari Sultan Salahudin Makakidi Agama, sultan Bima yang ke-14.

Maka klop sudah berbagai bukti yang kami temukan. Dari pengakuan Massimo Luongo kepada media Australia bahwa ia cucu dari sultan Bima dan Dompu bukan sultan Dompu. Sudah sama sama kita ketahui bahwa jika disebut Sultan Bima-Dompu maka yang dimaksud adalah Penguasa Kesultanan Bima saja. Ini karena Dompu pernah digabungkan menjadi wilayah kekuasaan Bima tahun 1934-1947. Namun jika yang disebut hanyalah Sultan Dompu saja, maka yang dimaksud adalah Sultan Dompu saja, karena wilayah kekuasaan Sultan Dompu hanya di Dompu, tidak termasuk Bima.

Di tambah lagi keterangan salah satu keluarga Kesultanan Bima di atas bahwa A.A. Sirajuddin adalah salah satu saudara kandung Sultan Salahuddin dari Bima, maka dapat dipastikan bahwa Massimo Luongo bukanlah cucu Sultan Dompu. Apa lagi bukti ketiga bahwa nama Sultan Dompu ke-20 adalah Muhammad Sirajuddin sedangkan nama sultan Dompu ke-21 adalah M.T. Arifin Sirajuddin. Nama keduanya bukanlah A.A. Sirajuddin. (Abi Muh)

Peta-Lokasi_NTB_Kabupaten_Dompu.svg

Tentang Uma-Seo Makambali Dompu-Mantoi

Orang Dompu, tak tinggal di Dompu. Hanya orang biasa, tapi punya cita-cita
Pos ini dipublikasikan di Opini dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s