Pemimpin Dambaan Dompu


Pemimpin Dambaan Dompu

Kambali Dompu Mantoi – Tahun 2015 adalah tahun politik bagi beberapa daerah di Indonesia, termasuk bagi Kabupaten Dompu di Nusa Tenggara Barat. Tahun ini adalah percobaan pertama diadakan pilkada serentak dengan maksud untuk efisiensi anggaran dan meminimalisir kecurangan dalam pilkada. Adapun di Pulau Sumbawa, ada 3 kabupaten yang akan mengadakan pilkada pada bulan desember nanti. Ketiganya yakni kabupaten dompu, bima dan Sumbawa barat.

Di dompu sendiri ada empat pasangan calon yang berhasil lolos verifikasi KPU. Mereka adalah pasangan incumbent H. Bambang M. Yasin (HBY)-Arifuddin (Lanjutkan), pasangan Syafruddin-Rafiuddin H. Anas (Lamba Rasa), pasangan H. Mulyadin-Kurniawan Ahmadi (Mulya), dan pasangan H. Abubakar Ahmad (Ompu Beko)-Kisman Pangeran (OK). Sejauh ini mereka telah melakukan berbagai manuver politik untuk memenangkan pilkada Dompu.

Namun sebenarnya pemimpin seperti apakah yang kita harus dambakan? Berikut profil pemimpin yang seharusnya menjadi dambaan masyarakat Dompu.

Menerapkan Hukum Allah (Syariat Islam)

Sahabat Muadz bin jabal, ketika diutus sebagai Wali (Gubernur) ke Yaman Selatan, ia ditanya oleh Rasulullah: bagaimana kamu menetapkan hukum jika ada suatu perkara yang kau hadapi? Muadz menjawab, aku akan menetapkan hukum berdasarkan kitabullah. Jika tidak ada dalam kitabullah maka aku akan menetapkan berdasarkan sunnah (hadis) Rasulullah. Rasulullah SAW kembali bertanya, bagaimana jika tidak ada dalam sunnah Rasulullah? Muadz menjawab, aku akan berijtihad dengan pendapatku dan tidak berlebihan.

Seperti itulah seharusnya seorang pemimpin muslim sejati. Berhukum dengan hukum Allah (Syariat Islam) itu wajib berdasarkan firman Allah:

“dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, Yaitu Kitab-Kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap Kitab-Kitab yang lain itu; Maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu.(QS. Al Maaidah: 48).

Adakah saat ini pemimpin yang menerapkan syariat Allah? Tidak ada, mereka menerapkan demokrasi.

Menanggalkan Segala Kemewahan Dunia

Sebelum menjadi Khalifah, Umar bin Abdul Aziz adalah seorang lelaki kaya dan perlente. Ia hidup dalam kemewahan dinasti bani Umayyah. Namun setelah dipilih dan diangkat (dibai’at) menjadi Khalifah, ia meninggalkan semua kemewahan dunia dan fokus mengurusi negara. Ia menyuruh istrinya memilih, jika tidak sanggup lagi hidup menderita bersamanya setelah selama ini hidup berkecukupan, silahkan meninggalkan suaminya itu. Namun istrinya tetap setia. Umar bin Abdul Aziz memerintah dengan hukum Allah.

Hasilnya, selama tiga tahun masa pemerintahannya, ia berhasil memakmurkan seluruh wilayah kekuasaan Negara Islam Khilafah Bani umayyah yang terbentang dari Afrika hingga Asia Selatan. Pada masa pemerintahannya, tidak ditemukan rakyat yang berhak menerima zakat di Afrika. Padahal hari ini, Afrika adalah benua paling melarat di muka bumi.

Adakah hari ini pemimpin Dompu yang meninggalkan kemewahan demi mengurusi amanah Allah untuk mengurusi rakyat? Adakah pemimpin yang bisa mengentaskan seluruh kemiskinan hanya dalam waktu 3 (tiga) tahun? Tidak ada!

Melayani Rakyat Dengan Sepenuh Hati

Khalifah Umar bin Khattab pernah memikul sendiri karung gandum untuk sebuah keluarga miskin. Padahal beliau adalah kepala Negara Khilafah Islamiyah yang wilayahnya terbentang dari Syam di tepi laut merah hingga wilayah bekas kekaisaran Persia di timurnya. Pemimpin seperti Khalifah Umar bin Khattab adalah contoh pemimpin pelayan rakyat, bukan pemimpin yang minta dilayani.

Pernahkah ada pemimpin yang demikian di Dompu? Tidak pernah. Bahkan kepala daerah bak raja yang minta dilayani dengan segala hormat. Tersinggung jika tidak dilayani dengan pelayanan tingkat tinggi.

Mereka hanya menjadi bupati bagi golongannya, bupati bagi partainya, bupati bagi pendukung dan massa pemilihnya. Sedangkan orang lain, kadang-kadang tidak dihiraukan dan dianggap benda mati. Jalan hanya diperbaiki di daerah pendukung sang bupati, sedangkan jalan di tempat lain masih rusak. Dana bansos akan mengucur hanya kepada orang-orang tertentu saja. Begitulah….

Tidak Pandang Bulu Dalam Hukum (Persamaan di Depan Hukum)

Pada masa Negara Islam dipimpin langsung oleh Rasulullah, ada kasus seorang wanita bangsawan yang mencuri. Keluarganya meminta keringanan hukuman kepada rasulullah, beliau sebagai kepala Negara dan sekaligus hakim yang memimpin sidang sama sekali tidak mau memberikan keringanan hukuman. Maka Beliau SAW bersabda: Sesungguhnya yang membinasakan orang-orang sebelum kalian adalah tatkala ada orang yang terhormat mencuri, mereka biarkan; jika orang lemah (rakyat biasa) yang mencuri, mereka menegakkan hukuman terhadap dirinya. Demi Zat Yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, seandainya Fatimah binti Muhammad mencuri niscaya akan aku potong tangannya (HR al-Bukhari).

Kasus yang sama terjadi ketika Khalifah Ali bin Abu Thalib menjadi kepala Negara Khilafah. Beliau kehilangan baju besinya dan ternyata baju besi itu ada pada seorang Yahudi. Khalifah Ali lalu mengadukan orang tersebut ke pengadilan. Akhirnya digelarlah sidang yang dipimpin oleh Hakim Syuraih. Namun karena kekurangan saksi, akhirnya Hakim Syuraih memenangkan orang Yahudi dan memutuskan bahwa baju besi itu tetap milik sang Yahudi. Demi melihat keadilan Syariat Islam, keadilan Hakim Syuraih dan keadilan Sang Khalifah, maka serta merta orang yahudi itu masuk Islam. Hanya dalam Negara Khilafah Islam terjadi Kasus seorang kepala Negara kalah dalam sidang yang dipimpin oleh hakim yang ia angkat sendiri.

Adakah kasus seperti ini terjadi di Dompu bahkan Indonesia? Adakah hari ini kepala daerah kalah dalam sidang melawan rakyat jelata ketika terang terangan kepala daerah itu salah? Tidak pernah, bahkan kepala daerah dan keluarga besarnya berlagak sombong dan angkuh seolah-olah merekalah manusia paling mulia dan tinggi di muka bumi. Ada kasus, anak menteri menabrak orang sampai mati bahkan tidak dipenjara.

Sang Amil Khalifah Adalah Dambaan Dompu

Dalam struktur Negara Khilafah, wilayah Negara dibagi menjadi provinsi-provinsi (Al-Wilayah) karena dipimpin oleh seorang Wali (Gubernur) , setiap provinsi dibagi lagi menjadi Kota/Kabupaten (Al-Imalah) karena ia dipimpin oleh seorang ‘Amil (Bupati).

Wali dan Amil dipilih oleh Khalifah. Khalifah dapat menyerahkan mandat untuk mengangkat Amil kepada para Wali. Hal ini akan memperkecil cost politik, tidak banyak menghamburkan uang rakyat. Pemilihan semacam ini juga akan menutup pintu korupsi hanya demi “balik modal kampanye.”

Namun apakah cara pemilihan semacam ini akan membuka pintu kolusi dan nepotisme? TIDAK.

KENAPA? KARENA JAMINAN DARI ALLAH DAN RASULULLAH.

Masa kenabian ada di tengah kalian atas izin Allah, kemudian ia akan mengangkatnya jika ia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan berdiri Negara Khilafah yang mengikuti metode kenabian …………………………. Kemudian akan kembali berdiri Negara Khilafah yang mengikuti metode kenabian. (HR. Ahmad).

Dalam hadis di atas, Allah menjelaskan lewat lisan rasul-Nya bahwa yang akan kembali berdiri nanti di masa depan adalah Khilafah yang mengikuti metode kenabian. Yakni Khilafah yang adil sebagaimana pada masa Khilafah itu dipimpin oleh Para Khalifah Yang Mendapat Petunjuk (Khulafa’ur Rasyiddin). Mereka pasti akan mengangkat seorang gubernur dan bupati yang adil dan tidak pandang bulu dalam penegakan hukum, jauh dari korupsi, kolusi dan nepotisme, serta menunaikan amanah Khalifah untuk mengurus dan melayani rakyat. Sehingga rakyat terayomi dan tersejahterakan.

Akan ada pada akhir ummatku seorang Khalifah yang membagikan harta yang banyak tanpa menghitung-hitungnya lagi. (HR. Muslim).

Pertanyaannya sekarang, MAUKAH KITA MENUJU PADA KHILAFAH???? (Rajul Al Mustanier)

rpa bima_2

Tentang Uma-Seo Makambali Dompu-Mantoi

Orang Dompu, tak tinggal di Dompu. Hanya orang biasa, tapi punya cita-cita
Pos ini dipublikasikan di Opini dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s