Pudarnya Kubah Masjid Rayaku


Pudarnya Kubah Masjid Rayaku, Sebuah Catatan Kecil

Kambali Dompu Mantoi – Siapa sih warga Dompu yang tak kenal masjid raya dompu? Yup, masjid yang bernama masjid raya baiturrahman ini adalah masjid kebanggaan masyarakat kabupaten dompu. Frasa Baiturrahman atau Bait Ar-Rahman Kalau diterjemahkan kira-kira artinya adalah “Rumah Tuhan Yang Maha Pengasih.” Karena memang dalam agama Islam itu, masjid dianggap sebagai rumah Allah. Bukan rumah tempat Allah tinggal, namun rumah milik Allah. Rumah tempat orang menyembah Allah. Sedangkan Ar Rahman sendiri adalah salah satu nama Allah dalam asma’ul husna.

Masjid Raya baiturrahman Dompu Dulu 2009

Masjid Raya baiturrahman Dompu Dulu 2009

Kalau saya tidak salah, sudah sejak tahun 2013 yang lalu, masjid ini kembali direhab. Nampak sekarang, masjid raya Dompu tidak hanya memiliki satu menara saja seperti yang sudah-sudah. Namun kini masjid bersejarah ini memiliki tambahan tiga menara baru pada setiap sudutnya. Kubahnya dirombak total. Kubah semula yang berwarna perak, kini diganti dengan kubah warna emas. Ruangannya pun diperluas. Ruang yang dulu merupakan teras timur kini telah disatukan dengan ruang utama masjid untuk memperluas ruang untuk shalat. Tangga menuju lantai dua yang semula berada di samping kiri (selatan) masjid kini di buat di sebelah depan (timur). Dihiasi dengan gerbang beratap yang berbentuk kerucut kubah. Begitu juga bagian masjid yang menghadap utara yang dulu dihiasi dengan atap kerucut khas rumah tradisional Suku Mbojo-Dompu, kini dibiarkan menjadi berbentuk setengah lingkaran. Selain itu, masjid yang semula berwarna putih kini telah dicap dengan warna krem. Pekarangan masjid telah ditanami sejumlah pohon palem untuk memperindang suasana.

Foto Masjid Raya Dompu Terbaru diambil Juni 2015

Foto Masjid Raya Dompu Terbaru diambil Juni 2015

Foto Masjid Raya Dompu Terbaru, halaman ditanami palem

Foto Masjid Raya Dompu Terbaru, halaman ditanami palem

Ini memang sebuah perubahan yang patut disyukuri. Walau bagaimanapun, masjid ini sudah waktunya direhab dan diperbaiki. Namun ada beberapa catatan yang ingin KDM berikan untuk masjid kita tercinta ini. Yang pertama, kubah baru yang dulu dipasang dengan warna emas mengkilat kini telah memudar. Padahal baru dua tahun dipasang. Ini menunjukan bahan yang dipakai berkualitas rendah. Waduh memalukan sekali untuk ukuran masjid raya. Kedua, empat menara baru yang dibangun terlihat sangat lucu dan tidak serasi dengan kubahnya. Keempat menara ini memiliki bentuk yang mengecil ke atas, berwarna putih dengan kombinasi empat garis berwarna krem cerah. Warna puitih ini sangat tidak nyambung dengan warna krem pada bangunan utama. Iya kan??? Apalagi kalau keempat menara ini disandingkan dengan menara lama yang berwarna hitam, lebih gak nyambung lagi deh (kecuali menara ini mau diganti warnanya atau mau dirobohkan. Tak jadi masalah).

Kubah Masjid raya Dompu yang lama

Kubah Masjid raya Dompu yang lama

Kubah Masjid Raya Dompu yang Baru

Kubah Masjid Raya Dompu yang Baru

Di luar itu, masjid raya Baiturrahman Dompu memang masih dalam tahap pengerjaan rehab-nya. Sehingga apa yang Nampak saat ini bisa jadi belumlah perfect karena memang pengerjaannya belum selesai. Mari kita dukung dengan dana dan doa. Kita semua tentu berharap agar masjid kebanggaan kita ini (yang didirikan di atas reruntuhan Istana Kesultanan Dompu) menjadi masjid yang indah dipandang dan (yang lebih penting adalah) dimakmurkan oleh jamaahnya. Jangan sampai kita membangun masjid indah yang kosong dari jamaah dan aktifitas taqarrub ila Allah (Faiz).

Tentang Uma-Seo Makambali Dompu-Mantoi

Orang Dompu, tak tinggal di Dompu. Hanya orang biasa, tapi punya cita-cita
Pos ini dipublikasikan di Opini dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s