Foto Makam Sultan Muhammad Sirajuddin Terbaru


Kambali Dompu Mantoi – Assalamualaykum….. Di sini KDM ingin menampilkan Foto Terbaru Makam dan riwayat singkat Sultan Dompu Muhammad Sirajuddin. Beliau digelari Sangaji Manuru Kupa. Semoga kita dapat menghayati perjalanan hidup beliau dan meneladani hal-hal yang baik darinya.

Riwayat Singkat Sultan Muhammad Sirajuddin Manuru Kupang

Tahun 1905 adalah kontrak terakhir kekuasaan Pemerintah Hindia Belanda dengan Kesultanan Dompu. Kesultanan Dompu diikat dengan kontrak panjang (langge kontrak). segala urusan langsung dipegang oleh Pemerintah Hindia Belanda di Negeri Belanda. Pemerintah Kolonial Belanda mulai memasuki urusan Administrasi, untuk Bima dan Dompu ditetapkan Gekomiterden Kas antara Bima/Dompu. uang pajak Dompu harus disetor ke Bima. Kebijaksanaan ini secara terang-terangan ditolak oleh Sultan Sirajuddin, namun Residen Kupangsebagai perwakilan daerah setingkat Kabupaten untuk Pemerintah Kolonial Belanda sama sekali tidak menggubris. Selama puluhan tahun kemudian Sultan Sirajuddin tidak pernah kooperatif dan selalu membangkang terhadap Belanda. Hanya saja Sultan Sirajuddin tidak sampai melakukan aksi perlawanan bersenjata. Sehingga pemerintah colonial Belanda masih memberikan toleransinya.

Foto Makam Sultan Dompu Muhammad Sirajuddin Terbaru by Faisal Uma Seo1

Lorong menuju Makam Sultan Muhammad Sirajuddin dari arah Masjid Raya

Foto Makam Sultan Dompu Muhammad Sirajuddin Terbaru by Faisal Uma Seo2

Foto Keseluruhan bangunan yang memagari Makam Sultan Muhammad Sirajuddin dari arah depan.

Foto Makam Sultan Dompu Muhammad Sirajuddin Terbaru by Faisal Uma Seo4

Foto Makam Sultan Muhammad Sirajuddin Terbaru, difoto dari arah utara

Pada tahun 1930-an ketika Sultan Sirajuddin telah beranjak tua, Hadat/Hukum telah menobatkan Ama Ka’u Abdul Wahab Sirajuddin menjadi Raja Muda (Ruma Toi) kejadian tersebut ditolak oleh adiknya Abdullah Sirajuddin. Bahkan Abdullah Sirajuddin berhasil mendapat dukungan sehingga akhirnya terjadi dua kelompok, kelompok yang mendukung Abdul Wahab Sirajuddin dan kelompok yang mendukung Abdullah Sirajuddin, kedua kelompok sangat fanatik sehingga keributan makin hari makin meningkat, kejadian tersebut sampai juga ke telinga Residen Kupang. Residen Kupang memanggil Sultan Dompu Muhammad Sirajuddin dengan mengirimkan Kapal Putih ke Pelabuhan Bima untuk menjemput Sultan Dompu, setiba Sultan Dompu dari menghadap Residen Kupang, begitu bertemu Sultan Dompu Residen Kupang langsung menegur Sultan Dompu. Sia berkata, saya tahu keributan yang terjadi di Dompu diatur oleh tuan sultan karena saya tak setuju dengan Gekomiterden Kas Bima-Dompu. Saya minta setelah tiba di Dompu, agar keributan yang tuan Sultan atur karena tidak setuju dengan Gekomiterden dapat ditentramkan kembali.

Setelah kembali Sultan Dompu dari Kupang, Sultan yang pada waktu itu usianya sudah sangat tua, tidak dapat mengendalikan kisruh politik yang terlanjur meluas. Keributannya bukan mereda melainkan bertambah memuncak. Pemerintah Hindia Belanda menganggap ini mengganggu stabilitas daerah jajahannya. Jangan sampai hal ini meluas menjadi perlawanan bersenjata.

Foto Makam Sultan Dompu Muhammad Sirajuddin Terbaru by Faisal Uma Seo3

Foto Makam Sultan Muhammad Sirajuddin Terbaru, difoto dari arah selatan

Berhubung dengan itu, pada tahun 1934 Pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan keputusan menghukum dengan mengasingkan Sultan Dompu Muhammad Sirajuddin bersama kedua orang putranya abdul wahab sirajuddin dan abdullah sirajuddin ke kupang karena menentang keras kekuasaan Pemerintah Hindia Belanda. Sultan Dompu Muhammad Sirajuddin dihantar oleh seisi rakyat Dompu dengan tangisan dan duka yang dalam. Beliau dan kedua putranya ditemani oleh pengawalnya yang setia, Abdurrahman Habe. Mereka dihantar sampai pelabuhan Sape oleh rakyat dan pejabat Kesultanan Dompu. Pada tahun 1937 Sultan Dompu Muhammad Sirajuddin Wafat di Kupang. Dan pada tahun 2002, pemerintah Kab. DOmpu memutuskan untuk memulangkan jenazah beliau dan dimakamkan kembali di tanah tumpah darahnya, DOMPU.

Tentang Uma-Seo Makambali Dompu-Mantoi

Orang Dompu, tak tinggal di Dompu. Hanya orang biasa, tapi punya cita-cita
Pos ini dipublikasikan di Romantisme dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s