Yahudi Pernah Bangun Negara di Dompu?


Oleh: Muhammad Faisal

Masya Allah, Gaswat! Ternyata Yahudi atau Bani Israel pernah bangun Negara di Dompu. Sebuah daerah kecil kurang terkenal di antah barantah pelosok Asia Tenggara. Mau bukti? Lihatlah bendera Kerajaan Dompu itu! Itu adalah bintang daud! Itu lambang Yahudi, Zionis, freemasonry!

Gambar Bendera Dompu berdasarkan sketsa John McMeekin dalam situs crwflags.com

Gambar Bendera Dompu berdasarkan sketsa John McMeekin dalam situs crwflags.com

Gambar Bendera Israel dengan Bintang Dawud (David Star)

Gambar Bendera Israel dengan Bintang Dawud (David Star)

Anda kaget dengan isi paragraph di atas? Tenanglah, itu tidak benar. Itu hanyalah kira-kira dari seorang yang phobia terhadap VoA Islam dan situs-situs Islam lainnya. Anda kenal lambang bintang segi enam di atas? Pasti anda akan langsung membayangkan yahudi, Israel, zionisme dan penindasan terhadap bangsa muslim Palestina. Jangan salah, menurut situs www.crwflags.com (https://mumaseo.wordpress.com/2015/06/01/yahudi-bangun-negara-di-dompu/), berdasarkan sketsa dari seorang bule yang bernama John McMeekin, maka bendera dan lambang yang anda lihat adalah bendera dan lambang Kerajaan Dompu Kuno. Bukan lambang Yahudi atau Israel.

Memang tidak ada bukti lanjutan yang diberikan oleh situs tersebut. Baik John McMeekin yang memberikan sketsanya maupun Rob Raeside yang menggambar bendera dan lambang Kerajaan Dompu dalam situs tersebut tidak menyertakan keterangan dari mana mereka mendapatkan gambaran atau ilham seperti itu. Apakah salah satu dari mereka pernah mengunjungi Kerajaan Dompu dan melihat bendera kerajaan atau ada nenek moyang mereka yang pernah datang ke Dompu dan menyaksikan pengibaran bendera semacam itu? Wallahu a’lam, saya belum tahu. Karena sama sekali tidak ada bukti pendukung, maka sangat sulit dipercaya informasi dalam situs tersebut.

Sekitar empat atau lima tahun yang lalu, ada sebuah akun facebook dengan nama “Kesultanan Dompu” yang memuat lambang dan bendera ini. Namun kebanyakan orang yang melihatnya agaknya tidak terlalu percaya. Lalu setahun atau dua tahun kemudian, ada sebuah harian lokal di Dompu yang memuat lambang dan bendera ini di halaman depannya. Spontan saya kaget, menurut saya berita ini belum dapat dikonfirmasikan secara historis kebenarannya sehingga tidak layak untuk dimuat dan disebarkan ke tengah khalayak. Ketika Koran tersebut saya sms untuk mengkonfirmasi sumber berita dan validitasnya, Koran tersebut menjawab “tugas kita untuk sama-sama mencari tahu kebenarannya.” Lho, ini bagaimana? Di mana profesionalitas Koran ini? Berita tidak jelas kok dimuat dengan gaya bahasa isinya seolah-olah ini berita pasti atau valid.

Setahun yang lalu, saya membaca lagi sebuah tulisan di sebuah blog informasi dompu yang berisi lambang dan bendera yang sama. Namun kali inipun, sang penulis dengan gaya yang cukup ilmiah belum bisa menjelaskan mengapa bendera yang diklaim sebagai bendera Kerajaan/Kesultanan Dompu mirip dengan bendera Negara Israel. Saya sih tentu saja bertanya-tanya, apa iya Yahudi dulu pernah terdampar di Dompu dan membangun Negara di sini ribuan tahun yang lalu? Bahkan sebelum Negara Israel berdiri.

Beberapa hari yang lalu, saya membuka-buka kembali arsip artikel saya di laptop dan menemukan semua artikel yang saya bicarakan dari tadi. Pertanyaan saya masih sama, apa iya Yahudi dulu pernah terdampar di Dompu ribuan tahun yang lalu dan membangun Negara di sin?

Untuk memuaskan rasa ingin tahu saya, saya iseng-iseng googling untuk mencari makna symbol bintang segi enam. Adakah maknanya dalam Islam? Mengingat bendera dan lambang ini diklaim sebagai bendera dan lambang kesultanan Dompu. Saya tidak menemukan hasil kecuali bahwa lambang ini tidak ada akarnya dalam Islam. Ada yang mengasosiasikan dengan rukun iman yang enam. Ah, tapi itu hanya cocokologi saja (maaf, ini istilah pinjaman). Kalaupun ada masjid atau bangunan peninggalan kebudayaan Islam yang memakai bintang segi enam (hexagram) sebagai hiasan, itu hasil budaya semata. Hanya untuk estetika, tidak ada akarnya dalam Islam.

Karena pencarian makna hexagram dengan keyword berbahasa Indonesia hasilnya mengecewakan, saya lalu memutuskan untuk menggunakan keyword berbahasa Inggris. The origin of six pointed star. Maka hasil paling atas tentu saja Wikipedia. Namun hasil pencarian ini cukup memuaskan saya. Sehingga saya tertarik untuk membaginya kepada kalian.

Ternyata lambang hexagram tidak hanya digunakan sebagai symbol dalam Yahudi, namun juga digunakan dalam aqidah dan ritual agama Hindu dan Budha. Dalam Hal ini saya hanya akan fokus kepada penggunaan hexagram atau bintang segi enam dalam agama Hindu. Mengapa?

Menurut saya, jika memang informasi dalam situs crwflags.com itu falid bahwa bendera kerajaan Dompu bersisi lambang hexagram (bintang segi enam), sedangkan Kerajaan Dompu dulu sempat mendapat pengaruh Hindu setelah ditaklukan oleh Majapahit, maka kemungkinan besar penggunaan hexagram pada bendera Dompu adalah karena pengaruh Hindu. Jadi ini tidak ada hubungannya dengan Yahudi.

Dalam kepercayaan Hindu dua bagian dari hexagram tersebut disebut “Om” dan “Hrim” dalam bahasa Sansekerta. Menyimbolkan posisi seorang manusia di antara bumi dan langit. Segi tiga yang mengarah ke atas menyimbolkan Dewa Siwa (Siva) atau Agni Tattva, yang merupakan Tuhan yang bertugas menjadi pencipta dalam kepercayaan Hindu. Lambang ini mewakili aspek maskulin (kelelakian). Sedangkan segi tiga yang mengarah ke bawah merupakan symbol Dewi Sakti, istri Siwa. Ini adalah symbol feminitas (kewanitaan). Penyatuan dua segi tiga tersebut melambangkan penciptaan, yakni dalam bentuk penyatuan antara maskulinitas (lelaki) dengan feminitas (wanita).[1]

Dua segi tiga yang menyatu tersebut juga dikenal dengan nama “Shanmukha” yang berarti “yang berwajah enam.” Melambangkan delapan wajah milik keturunan Siwa dan Sakti, yakni milik Dewa Kartikeya. Ia adalah dewa kejayaan, dewa perang dan panglima para dewa. Symbol ini juga menjadi bagian dari banyak yantra dan memiliki akar yang sangat kuat dalam sejarah dan tradisi ritual Hindu.

Gambar Hexagram yang dipakai dalam ritual Hindu

Gambar Hexagram yang dipakai dalam ritual Hindu

Kalau kita mengaitkan data-data di atas, maka saya dapat berasumsi bahwa bendera kerajaan dompu dengan symbol yantra di dalamnya adalah bendera kerajaan dompu setelah terpengaruh hindu. Dalam hal ini ada dua kemungkinan. Kemungkinan pertama, jika kita mempercayai cerita rakyat bahwa raja pertama Dompu adalah pangeran dari kerajaan Tulang bawang, maka Sejak saat itulah lambang ini dipakai. Kerajaan Tulang Bawang diperkirakan sudah ada sejak Abad ke-3 Masehi. Kemungkinan kedua, dan kemungkinan ini didukung sumber historis tertulis, lambang ini dipakai sejak Kerajaan Dompu ditaklukan oleh Majapahit pada Abad ke-7 Masehi.

Begitulah, mungkin karena kerajaan Dompu begitu menjiwai agama Hindu Ciwa, sehingga mereka menjadikan om dan hrim sebagai simbol pada bendera kerajaan. Namun, sekali lagi, hal ini dengan syarat bahwa informasi dalam situs crwflags adalah valid. Jika sebaliknya, yakni ternyata bahwa informasi dalam situs crw flags itu keliru, atau ada bukti valid yang menyatakan bahwa logo dalam panji perang Kesultanan Dompu bukanlah bintang daud, maka hipotesa saya ini gugur dengan sendirinya. Hal ini perlu penelitian sejarah lebih lanjut untuk membuktikan hipotesa saya. Karena saya bukan ahli sejarah, namun saya hanyalah orang yang giat mendalami sejarah, saya berharap siapapun yang lebih paham sejarah dan punya akses lebih luas kepada arsip-arsip kuno dan sumber primer sejarah Dompu untuk melakukan pembuktian akan hal ini. Wallahu a’lam bish shawwab. (Uma Seo)

Sumber:https://mumaseo.wordpress.com/2015/06/01/yahudi-bangun-negara-di-dompu/

Catatan Kaki:

[1] (Mohon maaf), Secara kasar segitiga yang mengarah ke bawah adalah adalah lambang kemaluan wanita, sedangkan segi tiga yang mengarah ke atas adalah perlambang kemaluan laki-laki. Penyatuan keduanya yakni dalam bentuk hubungan badan (seks) yang disimbolkan dengan penyatuan dua segi tiga. Inilah yang disebut penciptaan, karena dari hubungan tersebut lahir kehidupan baru. Simbol ini ada dalam Hindu dan sama persis dengan makna symbol yang sama dalam Yahudi.

Tentang Uma-Seo Makambali Dompu-Mantoi

Orang Dompu, tak tinggal di Dompu. Hanya orang biasa, tapi punya cita-cita
Pos ini dipublikasikan di Sejarah Dompu dan tag , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s