DUA MUHAMMAD (Bag. 1)


Oleh: Uma Seo

Muhammad-S.A.W-and-ALLAH

Muhammad Pertama

Muhammad Rasulullah, shallaLlahu ‘alayhi wa sallam, adalah seorang pribadi yang pengemban dakwah handal yang patut dijadikan teladan. Sebagai seorang Nabi dan Rasul Allah, mengemban dakwah Islam dan menjadikan syariah Islam sebagai aturan kehidupan bermasyarakat dan bernegara adalah tugas utama beliau. Sehingga beliau dituntut untuk selalu berpikir politis, visioner dan terlebih lagi sabar dalam menghadapi tantangan-tantangan dakwah. Beliau juga adalah seorang pemimpin teragung yang pernah dilahirkan di seluruh alam semesta. Dari seorang yatim yang berprofesi sebagai pedagang, beliau berhasil merevolusi kehidupannya menjadi seorang pembebas yang menaklukkan seluruh jazirah Arab. Dengan dakwah dan jihad, beliau memimpin Daulah Islam-nya membebaskan suku-suku Arab dari penyembahan terhadap sesama mahluk menjadi semata-mata menyembah Allah SWT. Inilah pencapaian terbesar beliau.

Ahlaq beliau tiada tandingan, hasil jerih payah beliau bertahan hingga kini hampir empat belas setengah abad lamanya. Hasil keteguhan dan keistiqamahan beliau kini mewujud dalam bentuk 1,7 miliar pengikutnya. Ada di antara mereka yang menjadi pejuang dan pengemban dakwah seperti beliau, bahkan ada yang rela mati membela beliau. Padahal mereka tak pernah sekali pun bertemu beliau. Tidak ada satu pemimpin pun yang meninggalkan jejak agung seperti yang telah beliau ukir. Sehingga wajar jika seorang Kristen seperti Michael hart dengan jujur mengakui bahwa beliaulah tokoh paling berpengaruh nomer wahid di seantero jagad.

Sebagai seorang Nabi terakhir, Rasulullah SAW diutus bukan hanya bagi orang Arab saja, pun beliau didaulat oleh Allah SWT sebagai pembawa rahmat bagi semesta alam. Apakah rahmat yang dimaksud? Tentu saja yang dimaksud rahmat adalah Islam, Syariah Islam. Maka misi beliau setelah membebaskan jazirah Arab adalah membebaskan negeri-negeri lain dan menyebarkan Islam ke seluruh negeri tersebut. Menyebarkan rahmat, syariah Islam.

Dan tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad), melainkan untuk sebagai rahmat bagi semesta alam(TQS. al-Anbiyaa’ [21]: 107).

Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad), melainkan kepada umat manusia seluruhnya, sebagai pembawa berita gembira dan sebagai peringatan.(TQS. Saba’ [34]: 28).

Sepeninggal beliau, tugas suci menyebarkan rahmat ini dipikul oleh seluruh umat beliau. Jabatan kenabian beliau tak tergantikan, namun jabatan beliau sebagai seorang pemimpin Negara akan digantikan oleh seorang Khalifah yang secara harfiah berarti pengganti. Para Khalifah inilah yang akan memimpin ummat Muhammad SAW untuk melanjutkan misi menyebarkan rahmat ke seluruh dunia dengan dakwah dan jihad.

Visi Seorang Muhammad SAW

Sebagai seorang pemimpin yang visioner, Rasulullah SAW telah menginspirasi pengikutnya di berbagai belahan dunia sejak zaman beliau hidup hingga belasan abad kemudian untuk membebaskan dunia dari kesyirikan dan kezhaliman. Ketika para sahabat sedang menggali parit pada perang khandaq (perang ahzab), Salman Al-Farisi Radhiyallahu ‘anhu menemukan sebuah batu besar yang tidak mempan dihancurkan. Maka Rasulullah SAW turun tangan langsung. Dengan tiga kali pukulan, batu itupun hancur berantakan. Tiap pukulan mengeluarkan cahaya putih kemilau. Ketika ditanyakan oleh Salman RA, beliau menjawab:

“Adapun cahaya pertama, itu adalah tanda bahwa Allah akan menaklukan Yaman untukku. Sedangkan cahaya kedua, adalah tanda aku akan menaklukkan Syam dan negeri-negeri sebelah barat (maghrib) untukku. Sedangkan cahaya ketiga, adalah tanda aku akan menaklukan negeri-negeri timur” (Sirah Ibnu Hisyam, hal. 548).

Visi ini yang kemudian memotivasi kaum muslimin sepeninggal beliau untuk terus menyebarkan Islam ke berbagai penjuru Bumi. Yaman berhasil dibebaskan secara sempurna pada masa Khalifah Rasulullah, Abubakar Ash-Shiddiq RA menjadi kepala Negara. Syam (Sekarang Palestina, Suriah, Yordania, dan Libanon) dan negeri-negeri barat atau pantai utara Afrika yang meliputi Mesir serta sebagian wilayah Libya dan Tunisia yang sebelumnya merupakan koloni imperium Romawi, tunduk pada masa kepemimpinan Khalifah Umar bin Khaththab RA. Pada masa beliau juga dibebaskan wilayah Persia yang terletak di sebelah timur Jazirah Arab. Sisanya, yakni wilayah Asia Tengah hingga ke Asia Timur dan Asia Selatan tunduk pada masa Khalifah Utsman Bin Affan RA.

Bersambung…

Diramu dari:

Asy- Syaikh Taqiyuddin An-Nabhani, Nizham Al-Hukmi fi Al-Islam. Alih bahasa oleh Drs. Maghfur Wahid, tanpa penerbit, tanpa tahun.

Felix Y. Siauw, Beyond the Inspiration, Khilafah Press, Jakarta: 2011.

Felix Y. Siauw, Muhammad Al-Fatih 1453, Khilafah Press, Jakarta: 2011.

Ibnu Hisyam, Sirah Nabawiyah. Alih Bahasa oleh H. Samson Rahman, Akbar Media, Jakarta: 2012.

Imam As-Suyuthi, Tarikh Khulafa’. Alih bahasa oleh Samson Rahman, Pustaka Al-Kautsar, Jakarta, 2009.

Syaikh Safiyurrahman Al-Mubarakfury, Sejarah Hidup Muhammad: Sirah Nabawiyah. Alih bahasa oleh Rahmat, Robbani Press, Jakarta: 2010.

Sumber: http://mumaseo.wordpress.com/2014/11/01/dua-muhammad-bag-1-2/

Tentang Uma-Seo Makambali Dompu-Mantoi

Orang Dompu, tak tinggal di Dompu. Hanya orang biasa, tapi punya cita-cita
Pos ini dipublikasikan di Sejarah Islam dan tag , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke DUA MUHAMMAD (Bag. 1)

  1. Ping balik: DUA MUHAMMAD (Bag. 2) | Kambali Dompu Mantoi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s