MEMAHAMI SYARIAT ISLAM


Aksi tolak  RUU ORMAS

“…Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku,

dan telah Ku-ridhai Islam itu Jadi agama bagimu…” (Qs. Al Maidah: 3).

Sebagai agama yang sempurna, islam mengatur segala sendi kehidupan. Islam tak hanya mengurusi shalat, puasa, zakat dan haji saja. Tapi Islam juga mengatur bagaimana seharusnya kaum muslim membentuk masayarakat dan Negara. Syariat Islam itu sendiri, jika kita lihat terdiri atas tiga macam. Pertama, syariat yang mengatur manusia dalam hubungan dengan tuhannya (hablu minaLlah). Yakni syariat yang mengatur naluri beragama (ghorizah tadayyun) yang dimiliki manusia. Seperti shalat, zakat, puasa, haji dan beberapa ibadah lainnya.

Cakupan yang kedua yakni bagian syariat yang mengatur manusia dalam hubungan dengan dirinya sendiri (hablu minan nafsi). Dalam ajaran Islam, segala sesuatu yang berada di langit dan Bumi adalah milik Allah, termasuk tubuh kita. Tubuh kita bukanlah milik kita. Kita tidak pernah memesannya kepada Allah apalagi membelinya. Maka hakikatnya, tubuh kita mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki adalah milik Allah. Kita hanya dipinjami oleh Allah untuk menjaganya. Maka tidak ada hak bagi kita memperlakukan tubuh kita sesuai kehendak kita, apalagi atas dasar HAM (Hak Asasi Manusia). Karena tubuh kita milik Allah, -maka secara rasional- yang berhak mengatur tubuh kita adalah Sang Pemilik Tubuh. Allah sebagai pemilik tubuh kita menitipkan tubuh kepada kita, agar kita jaga dan kita rawat. Yang jika kita berhasil menjaga dan merawatnya dengan baik Dia sang pemilik Tubuh ini akan memberikan balasan dengan syurga.

Aturan-aturan Allah kepada manusia dalam hubungannya dengan tubuhnya adalah dalam hal makanan, minuman, pakaian dan akhlaq. Makanan dan minuman yang harus kita makan dan kita minum haruslah mengikuti peraturan Allah. Tidak boleh kita makan dan minum yang dilarang oleh Allah. Dalam hal pakaian Allah mengatur kita dengan aturan yang khas dan lengkap. Laki-laki wajib memakai pakaian yang menutup auratnya. Auratnya adalah di bawah pusar sampai lutut. Sedangkan perempuan Allah telah mewajibkan jilbab yang menutupi seluruh tubuh dan Kerudung yang menutupi kepala sampai dada.

Cakupan syariah Islam yang ketiga adalah Syariat yang mengatur manusia dalam hubungannya dengan sesama manusia (hablu minan naas). Karena manusia adalah makhluk sosial yang selalu membutuhkan interaksi (hubungan) dengan manusia yang lain. Dalam proses berhubungan itu tak jarang menimbulkan perselisihan. Selain dari itu, interaksi yang terjadi terus menerus membutuhkan sebuah aturan dan tuntunan agar tidak kacau. Tak jarang kita saksikan dalam kehidupan bermasyarakat seseorang bertengkar, bisa juga menikah, berdagang, memimpin, memberikan pelayanan dan seterusnya.

Dalam mengatur masalah manusia dengan sesamanya. Islam sebagai agama yang sempurna, mengaturnya dalam perkara mu’amalah (yang meliputi ekonomi, politik, interaksi sosial, budaya, serta pertahanan dan keamanan) dan uqubat (sistem sanksi).

Dalam masalah ekonomi misalnya, Islam mengatur agar SDA (sumber daya alam) yang melimpah haram dikuasai oleh individu/swasta ataupun Negara. SDA seperti sungai, danau dan laut (serta segala kandungannya), hutan, minyak bumi, gas dan batu bara adalah milik seluruh rakyat. Pemerintah hanya bertugas mengelola saja, hasilnya wajib dikembalikan pada rakyat.

Dalam masalah pemerintahan, Islam juga memberikan penjelasan bahwa system pemerintahan yang diakui dalam Islam adalah system Khilafah yang diwariskan oleh Rasulullah dan dicontohkan oleh para Khalifah setelah beliau. Para Ulama telah sepakat akan wajibnya system Khilafah seperti dikatakan Syaikh Abdurrahman al Jazairi.

Dalam uqubat, Islam menetapkan dalam al-Qur’an dan hadis bahwa hukuman bagi pezina muhsan (yang sudah menikah) adalah dirazam sampai mati, pezina ghoiru muhsan (yakni yang belum menikah) hukumannya seratus kali cambukan, hukuman bagi pencuri adalah dipotong tangan, hukuman mati bagi pembunuh secara sengaja, dll. Tentu saja setelah semua terbukti di pengadilan.

Meskipun nyatanya Islam memiliki Syariat yang lengkap dan sempurna. Namun sangat kita sayangkan adalah, isi dari syariat Islam yang lengkap ini tidak mau kita terapkan seluruhnya. Padahal dalam Surat Al Baqoroh ayat 208 kita diwajibkan mengambil syariat Islam seluruhnya. Padahal Al Qur’an adalah petunjuk hidup manusia kok isinya tak mau diterapkan? Al Qur’an sekedar dibaca dengan suara indah tanpa pernah diamalkan. Sehingga wajar, ketika kita tak mau mengikuti perintah Allah, layaklah kita mendapatkan bencana di dunia. Terlebih lagi nanti bencana terbesar di akhirat. Yakni nerakanya Allah. Na ‘dzhu biLlah. Mari kita kembali pada Islam yang sempurna ini. [Faiz]

Tentang Uma-Seo Makambali Dompu-Mantoi

Orang Dompu, tak tinggal di Dompu. Hanya orang biasa, tapi punya cita-cita
Pos ini dipublikasikan di Opini dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s