Kamu Mau Dompu Berubah?


kdm_beach1.jpg

Kambali Dompu Mantoi – Perubahan adalah sesuatu yang sangat dinanti-nanti oleh banyak kalangan di Dompu ini. Kondisi sosial-politik dan ekonomi yang carut-marut membuat masyarakat Dompu pusing tujuh keliling. Banya kepentingan bermain dalam kebijakan politik, banyak kelompok yang mengusung kepengtingan masing-masing. Penerapan kapitalisme dalam negara ini telah medidik masyarakat Dompu menjadi masyarakat yang prgmatis dan oportunis. Pragmatis, memandang segala sesuatu dari ukuran untung-rugi. Kalau menguntungkan akan dilkukan, kalau tidak ada untungnya tak akan digubris. Oportunis, selalu menjadi orang yang mencari kesempatan untuk mendapatkan keuntungan pribadi tanpa mempedulikan orang lain. Tanpa peduli benar atau salah. Katanya, cari makan yang haram saja susah apalagi yang halal. Miris sekali.

Perubahan memang akan sangat sulit kita wujudkan di Dompu kalau demokrasi masih diterapkan negeri ini. Kenapa? Karena kerusakannya sudah mengakar sangat dalam. Birokrasi yang bermental korup (karena jadi birokrat juga setelah menyogok), masyarakat yang hedonis dan prgmatis. Padahal, sudah berbagai solusi diterapkan di negeri ini. Reformasi birokrasi sudah dilakukan tapi tak menghasilkan apa-apa. Ide cut generation yang dulu disodorkan oleh para aktivis sudah dicoba. Semua orang tua dipensiunkan dan diangkat yang muda. Eh, malah yang muda sama saja korupnya. Sangat aneh jika ada pegawai golongan 3b yang punya rekening milyaran rupiah. Padahal gaji mereka tak sebesar itu. Apalagi kalau sudah dipotong biaya hidup. Jelas negeri ini bermasalah.

Tentu kita tahu, dalam demokrasi liberal ala Indonesia seperti sekarang ini uang menjadi segalanya untuk berkuasa. Dana kampanye untuk tim sukses, iklan di media-media, pembuatan spanduk dan poster, dan mungkin juga untuk menyogok para pemilih. Semua itu membutuhkan dana yang tidak sedikit. Bisa ratusan juta bahkan milyaran jumlahnya. Apalagi dengan pemilu langsung dengan dua putaran, ongkosnya malah bisa berlipat ganda.
Nah, dari sini berpangkal segala perilaku korup pejabat. Dengan menghabiskan modal yang besar untuk menduduki kursi bupati, saya sebut gila kalau sang penguasa tak ingin balik modal. Mengharapkan gaji pasti tak cukup. Maka segala cara harus dilakukan agar modalnya balik. Belum lagi tahun pertama sang bupati harus membalas jasa para tim sukses. Bagi-bagi jatah keuasaan pun tak dapat dihindari. Tahun kedua sang bupati harus membalas jasa para pendukungnya. Proyek-proyek dikucurkan di daerah tertentu yang menjadi basis pendukungnya serta wilayah-wilayah yang telah terikat kontrak politik dengan sang bupati. Tahun ketiga empat, sang bupati harus berpikir untuk balik modal. Kemudian tahun kelima ia akan berpikir bagaimana agar bisa kembali terpilih tahun depan. Lalu kapan ia berpikir untuk Dompu?

Oleh sebab itu, masyarakat Dompu harus segera sadar bahwa demokrasi sejak zaman proklamasi tak memberikan apa-apa bagi Dompu. Malah demokrasi telah merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Dompu. Membuat masyarakat terkotak-kotak. Terpecah dalam berbagai golongan dan kelompok kepentingan yang saling memusuhi. Sudah saatnya kita buang demokrasi ke tong sampah dan mengambil Islam sebagai gantinya. Dengan Islam, kita hapus semua kezhaliman yang telah ditimbulkan kapitalisme dan demokrasi buatan barat. Kita tegakan Khilafah yang akan melindungi ummat ini. Termasuk di dalamnya orang Dompu. Khilafah akan meratakan kebaikan dan kesejahteraan di seluruh dunia dengan penerapan syariah Islam secara utuh. Kalau itu kita lakukan, maka Allah pasti akan memenuhi janjinya.

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi (TQS. Al-A’raf: 96).

Sekaranglah saatnya kita bangkit, buang demokrasi dan tegakan khilafah Islam! [Faiz, 17/12/2011, 09.08]

Kapan Giliran anda Dukung Syariah?

Kapan Giliran anda Dukung Syariah?

Tentang Uma-Seo Makambali Dompu-Mantoi

Orang Dompu, tak tinggal di Dompu. Hanya orang biasa, tapi punya cita-cita
Pos ini dipublikasikan di Opini dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Kamu Mau Dompu Berubah?

  1. photography course berkata:

    Much informative and useful article… I like it personally…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s