KEJANGGALAN PANCASILA


bendera

Kambali Dompu Mantoi – Bangsa indonesia, terutama kalangan yang menamakan diri mereka kaum nasionalis sering mengatakan bahwa Pancasila merupakan falsafah hidup bangsa ini. Pancasila menjadi pengikat keberagaman dan dasar dari NKRI. Ada lima sila (dasar) yang katanya menjadi dasar kehidupan berbangsa dan bernegara; ketuhanan yang maha esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Sekarang mari kita lihat Pancasila baik-baik! Terutama sila pertama; ketuhanan yang maha esa. Menurut para ahli bahasa, kata “esa” berasal berarti tunggal atau satu (Arab: Ahad). Kalau kita pakai logika, jika yang menjadi landasan hidup bangsa ini adalah percaya pada Tuhan yang satu (Esa), maka sudah pasti agama yang boleh hidup di negara ini hanyalah agama yang punya satu Tuhan. Bukan agama yang menyembah banyak Tuhan. Ini artinya, agama yang punya lebih dari satu Tuhan tidak berhak hidup dan tinggal di negara ini. Kenapa? Karena bangsa ini hanya percaya pada Tuhan yang Maha Satu (Esa).

Padahal kalau kita pikir-pikir bunyi teks Pancasila sebelum dirubah malah lebih tepat dan akomodatif dari yang sekarang. Ini kalau kita mau menyelamatkan orang-orang yang menyembah banyak Tuhan agar tak diusir dari negara ini. Bunyi teks pancasila sebelum dirubah adalah: “Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya.” Artinya adalah, bangsa ini percaya pada Tuhan tanpa menyebutkan secara spesifik siapa dan berapa jumlah Tuhan tersebut. Saya pikir bunyi teks yang demikian lebih tepat dan adil dari pada sekedar “ketuhanan yang Maha Esa” yang terdengar nyata sangat tidak adil.

Kenapa saya katakan teks yang pertama (Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya) lebih adil? Karena dengan demikian semua agama diakui tanpa harus diusir dari negeri ini. Selain itu, kalimat “dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya” juga cukup adil. Kenapa? Karena hanya Islam yang komplit mengatur semua hal berkaitan dengan hidup manusia. Sedangkan agama lain hanya berisi aturan tentang akidah, ibadah dan moral belaka. Coba, mana pernah ada sistem ekonomi Kristen, atau sistem pemerintahan Hindu, atau sistem hukum Budha? Tidak ada. Malah semua itu ada dalam Islam? Islam mengatur akidah, ibadah dan ahlak. Juga memiliki sistem pemerintahan dan tata negara, sistem ekonomi, sistem, hukum pidana, sistem pergaulan, sistem pendidikan, dan politik luar negeri yang jelas.

Jadi, jelas adil kalau yang syariat agamanya komplit disuruh menjalankan seluruh syariat tersebut. Apalagi ada penegasan bahwa penerapan itu “khusus bagi pemeluk Islam saja.” Seharusnya kalangan non-muslim tak perlu khawatir. Lalu kenapa justeru sekarang kenyataan menunjukan sebaliknya. Bunyi teks pancasila versi kedua yang tidak adil (ketuahanan yang maha esa) lebih disukai walaupun kedengaran lucu dan tidak adil? Sedangkan bunyi teks pancasila sebelum dirubah (Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya) dihujat dan digugat oleh pemeluk agama lain?

Jelas ini merupakan bentuk kebencian membabi buta kaum Yahudi dan Kristen terhadap Islam. Anda tahu, Allah sendiri yang menjamin bahwa Yahudi dan kristen tak akan selalu benci terhadap Islam. Lihat Surat Al-Baqarah ayat 120: Orang-orang Yahudi dan Nasrani sekali-kali tidak akan pernah senang kepada kamu (umat Islam) hingga kamu mengikuti millah (agama/budaya) mereka.

Karena mereka memang pada dasarnya benci kepada Islam, maka mereka menolak teks pancasila yang pertama karena takut Ummat Islam akan kembali bangkit dengan Islamnya setelah Inggris berhasil menghancurkan Khilafah pada Tahun 1924. Sejak saat itu, tidak boleh lagi ada negara yang menerapkan Syariah Islam secara kaaffah (utuh). Sejak sekularisme ditanamkan ke jantung kaum muslimin (Turki), segala usaha yang mengarah kepada legalisasi Islam dalam bentuk negara (Khilafah) harus digagalkan. Kaum kristen memprofokasi orang Bali dan Daerah-daerah Timur Indonesia yang “polos” untuk ikut-ikutan mendukung penghapusan tujuh kata dari Pancasila dan diganti dengan kalimat “ketuhanan yang maha esa.”

Bagaimana dengan teks pancasila yang terakhir yang bunyinya tidak adil ini? Bagi orang kristen, sekedar bunyi sila pertama dalam pancasila bukan masalah asalkan tidak berisi usaha “penerapan syariah Islam dalam negara.” Sehingga mereka masa bodoh jika bunyi sila pertama itu mengeliminasi agama mereka. Yang penting mereka masih bisa hidup di Indonesia (dengan tebal muka) dan yang paling penting, kaum muslim makin jauh dari Syariah Islam. Mereka iri dan merasa sakit hati jika Syariah Islam diterapkan secara utuh (seluruhnya). Apa sebabnya? Soalnya agama mereka tidak komplit mengatur urusan manusia. Agama mereka hanya berisi aturan untuk idndividu. Yakni sekedar aturan akidah, ibadah dan moral belaka tanpa punya sistem yang mengatur urusan publik. Sedangkan mereka tahu jika Islam punya semuanya. Kasian sekali mereka ya? [Faiz, 16/12/2011, 08.54]

Tentang Uma-Seo Makambali Dompu-Mantoi

Orang Dompu, tak tinggal di Dompu. Hanya orang biasa, tapi punya cita-cita
Pos ini dipublikasikan di Opini dan tag , , , , , . Tandai permalink.

11 Balasan ke KEJANGGALAN PANCASILA

  1. Bodohnya penulis artikel ini … kalau agama lain tidak lengkap dengan menerapkan hukum agama dalam segala bidang, karena mereka bersikap adaptif sehingga bisa menerima hukum/aturan perekonomian dan ke tata negaraan dari berbagai disiplin ilmu sehingga bisa memilih dan memilah yang paling sesuai dengan kondisi negaranya masing2.

    Apakah negara2 yang mempunyai perekonomian lebih maju itu semuanya menerapkan aturan2 islam?

    • Penulis artikel ini kemungkinan besar bodoh. Tapi anda dan komentar anda justtru menunjukan kebodohan yg lebih besar.
      Bisakah anda menjawab kenapa bangsa2 Eropa trauma terhadap Agama sehingga kemudiaan terjadi sejumlah revolusi yg mengawali Renaissance? Itu karena kegagalan kristen mengatur negara. Kenapa gagal? Karena Kristen sama sekali tak punya aturan dlm mengurusi negara. Akhirnya para filsuf yg trauma thdp agama merumuskan aturan bernegara mereka sendiri2. Lahirlah, kapitalisme, demokrasi, sosialisme dan segala turunannya.
      Sy tidak tahu anda ini Muslim atau bukan. Kalo anda non-muslim, wajar jika and berkomentar begitu. karena tak paham dengan Islam. namun jika anda adlh muslim, sy patut kasihan, krna anda sudah puluhan tahun hidup di muka Bumi Allah dengan modal “SALAH PAHAM” yg akut terhadap Islam.

    • Aby Umar berkata:

      Lu yg bodoh gan. Islam gak butuh adaptasi sistem ekonomi n pemerintahan dari barat sono. Islam punya sistem ekonomi n pemerintahan sendiri. Belajar lagi sono.

  2. Dlm konsep teologi Islam, seorang muslim diwajibkan tunduk, taat dan patuh pada perintah Tuhan. Sebab Islam menjelaskan bahwa setiap manusia adlh milik Allah, karena Allah yg menciptakan mereka. Sehingga wajar jika dikatakan Allah adlh pemilik manusia dan BERHAK mengatur2 manusia. Sehingga aturan hidup seorang anak manusia, terutama muslim, -baik secara individu maupun bernegara- wajib menggunakan ATURAN TUHAN.
    Jadi, “bersikap adaptif sehingga bisa menerima hukum/aturan perekonomian dan ke tata negaraan dari berbagai disiplin ilmu sehingga bisa memilih dan memilah yang paling sesuai…” versi anda itu TIDAK BERLAKU dlm Islam. hukum dan aturan hidup seorang muslim -baik secara individu maupun komunal- wajib memakai SYARIAH ISLAM. Tidak perlu dan HARAm “bersikap adaptif” dengan mengambil unsur2 ideologi lain. Kenapa? Karena Islam sudah menyediakan semuanya. Tinggal cari di Qur’an dan Sunnah.

  3. Anda harus ingat bahwa kemajuan yg diperlihatkan barat hanyalah kemajuan fisik semta. Kemajuan semua yg tampak bagus kulinya. tapi di dalamnya hancur. Anda tahu negara mana dengan utang terbesar? Anda tahu negara mana yg hampir kolaps di Eropa? anda tahu bahwa terjadi peningkatan angka pengangguran dan penurunan pendapatan di Barat?
    jangan picik lah memandang sesuatu, bolehlah mereka maju di awal. tapi kemuadian hancur di akhir. buktinya bisa anda ikuti perkembangna trkini EROPA. Selain itu kemajuan material di dunia barat berbanding terbalik dengan kerusakan moral dan mental masyarakat. masyarakat barat SAKIT pak! itu karena mereka memakai aturan buatan sendiri. Indonesia? Sudah 67 tahun berdemokrasi dan mengadopsi sistem dan nilai2 barat, apa hasilnya? Masa 67 tahun masih belajar terus? kapan pintarnya?

  4. agama itu sama berkata:

    sebelumnya saya minta maaf,,
    pada kutipan d atas tertera bahwa hindu,budha, kristen menyembah banyak tuhan,,
    saya sebgai penganut ajaran hindu ingn menjelaskan kpda anda bahwa ”KAMI UMAT HINDU HANYA MEMUJA SATU TUHAN”
    dan perlu anda ketahui sebnarnya tuhan dari agama apapun pada dasarnya sama , agama cuma wadah untk mengikuti ataw menerapkan ajaran beliau.
    agama ibrat jalan ,
    smua agama sama,,
    tidak ada yang lbh baik,,
    semua sama jika agama memang bnar2 memuja tuhan,,
    sadarlah anda,,
    jangan bersifat panatic,,
    mari junjung persatuan,,
    jangan saling menjelekan,,
    tuhan itu satu,,

    • terimakasih atas koreksinya. Sy memang tidak terlalu paham Agama anda. Tapi yg terlihat, penganut Hindu mengatakan mereka hanya menyembah Sang Hyang widi, lalu ia menjelma atau termanifestasi ke dalam brahma, ciwa dan wisnu. Kalau memang Sang hyang widi hanya satu atau esa, mengapa mesti menyembahnya lewat perantara ke3 dewa tsb?

      Adapun utk statement semua agama sama, seharusnya anda yg sadar. Bagaimana mungkin anda memeluk sebuah agama namun di saat yg sama meyakini bahwa agama lain juga benar (sama2 mengantarkan kepada Tuhan)? Itu hipokrisme pemikiran ala pluralisme namanya. Ini paham yg sama sekali tidak rasional. Terlalu dipaksakan dengan dalih saling menghargai antar agama.

      seharusnya, anda sebagai pemeluk Hindu, yakin 100% bahwa Hindu adalah agama yg benar. Hanya Hindu yg mengantarkan kepada Tuhan. Hanya hindu yg mengantar kpd Nirwana. bukann agama lain, bukan pula Islam yg saya anut ini. Itu yg namanya konsisten. Begitu juga sy, sy harus meyakini hanya Agama Islam yg mengantar kpd kebenaran dan Tuhan, bukan agama lain. Termasuk Hindu yg anda anut.

      • Dalam debat agama, saling klaim kebenaran itu hal wajar. Bukan saya tidak menghargai pemeluk agama lain.
        kalo teman kamu itu yg komen dengan nama debat agama dan budaya, cara menegurnya saya tidak suka. Dalam agama saya, orang yg salah karena tidak tahu itu dimaafkan dan ditegur baik2. Bukan dimaki2. Jangan salahkan siapa2 kalau seseorang membalas kata2nya yg dia mulai dgn tidak sopan.
        Kalau memang pemeluk agama kalian mengaku hanya menyembah satu tuhan. oke, saya ralat dan saya revisi pendapat saya. tapi kalau cuma mau mengajak berantem, sy tidak melayani orang2 yg tak punya argumentasi…

    • Teori kebenaran relatif itu teori yg cocok untuk sains, bkn utk menghakimi agama. Dalam Islam, kaum muslim wajib meyakin Islam adlh satu2nya jalan kebenaran. begitu juga Islam mempersilahkan agama lain memandang hanya agamanya yg benar. Bukan berarti dengan konsep seperti ini lantas tidak bisa hidup saling berdampingan. Slah besar. Islam mengHARAMkan memaksa orang utk masuk Islam. Bahkan Islam melarang muslim menghina Tuhan2 agama lain.

      Dalam Islam ada istilah “KAFIR DZIMMI”, warga negara non muslim. Ia memiliki persamaan hak dan kewajiban sbg warga negara dan dibebaskan meyakini agamanya serta beribadah menurut keyakinannya. Tidak Boleh diganggu dan disakiti. Menyakiti KAfir Dzimmi adlh dosa dlm Islam. Bahkan mereka akn berperkara dgn Nabi Muhammad di akhirat nanti jika menzhalimi kafir dzimmi. dengan konsep seperti ini, Islam mampu hidup rukun dgn Agama lain selama berabad-abd ketika NEGARA ISLAM (KHILAFAH) masih berdiri. Berbeda dengan perlakuan Kristen terhadap Kaum Muslim ketika Spanyol dan Portugis direbut oleh kaum Kristen. Semuanya dibantai dan ada yg terpaksa eksodus.

  5. grace berkata:

    Kalo menurut saya sudah benar kata-kata esa yang tercantum dalam sila1 karena menurut pengamatan saya pada dasarnya semua agama berTuhan dan Tuhannya satu dan mempunyai kesamaan pengertian yang menciptakan seluruh alam semesta dan seisinya. Bedanya hanya penyebutannya. Islam : Allah, Kristen : Tuhan, cuma ada perantaranya Yesus yang mereka sebut “Tuhan” juga, Hindu : Sang Hyang Widhi. Tapi sejatinya sama-sama percaya adanya “Tuhan” dan cuman 1 kalo lebih kan pasti ada istilah yang lain. Nyatanya tidak ada kan

    • Percaya adanya Tuhan bapa ibu dan anak, atau ciwa brahma wisnu, itu bukanlah percaya pd Tuhan yg esa. Logika anak kecil pun bisa memahaminya grace. Umat Islam terlalu sayang dan toleran kpd kalian sehingga membangkang kpd Tuhannya hanya utk mengakomodir eksistensi nonmuslim. Terimaksih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s