Yang Muda, Yang Ga’ Boleh ‘Alim’


Kambali Dompu Mantoi – “Ede caha sambea nggomi anae. Padahal nggomi ma sampela. De wati bune lenga dohomu makalai.” Kata seorang tua berpeci putih kepada seorang anak muda pada suatu hari. Yang diajak bicara malah manggut-manggut saja. Dalam hati ia ingin sekali tertawa.

Apa pasal sehingga do’i sampai ingin tertawa? Rupanya si anak muda ini sedang bertanya-tanya dalam hatinya. Apa pak haji ini sedang berusaha memujinya atau dia memang heran beneran (alias bego). Kalo memang heran, apa dia tak pernah mendengar dalam al-Qur’an Allah berkali-kali mengulang perintah bertakwa kepada kaum mukmin. Perintah itu tak pernah dikhususkan bagi orang tua saja. Akan tetapi bagi seluruh muslim yang berakal dan telah baligh. Lalu ketika ia (si anak muda) mencoba untuk bertaqwa dengan menjalankan perintah Tuhannya, kenapa mesti diherankan? Mestinya yang diherankan adalah orang-orang yang enak saja lalai akan perintah dan larangan dari Tuhannya. Tidak ada sepotong ulama-pun yang berani mengatakan bahwa perintah bertaqwa hanya dikhususkan bagi orang tua yang sudah mau mati. Semua orang yang telah bersyahadat terkena kewajiban yang sama: bertqwa.

Sesunguhnya Kami menurunkan kepadamu Kitab (Al-Quran) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya (Az-Zumar: 02)

Inilah yang namanya aneh. Islam dianggap asing. Kaum muslim banyak yang tak kenal ajaran Islam sendiri. Sungguh benar apa yang telah disampaikan oleh Allah lewat lisan Rasul-Nya:

Sesungguhnya Islam muncul pertama kali dalam keadaan terasing dan akan kembali menjadi asing sebagaimana mulainya, maka berbahagialah al-ghuraba’ (orang-orang yang terasing). (HR. Ahmad)

Berbahagialah orang-orang asing. Yakni orang-orang yang masih mengenali Islam di saat orang-orang lain tak mengnal Islam sama sekali kecuali kulitnya saja. Semoga saya dan para pembaca termasuk al-ghuraba’ ini.

Katakanlah: “Sesungguhnya aku diperintahkan supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama. (Az-Zumar: 11) [alFatih Faiz, 03/12/11]

Umaseo goes to Donggo 05

Tentang Uma-Seo Makambali Dompu-Mantoi

Orang Dompu, tak tinggal di Dompu. Hanya orang biasa, tapi punya cita-cita
Pos ini dipublikasikan di Opini dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s