Contoh-contoh Riba


bahaya_riba_8

Kambali Dompu Mantoi – Secara literal, riba bermakna tambahan (al-ziyadah). Namun secara istilah banyak pendapat ulama mendefinisikan apa itu riba, misalnya Ibnu al-‘Arabiy , Imam Suyuthiy, dan Imam Sarkhasiy. Imam Suyuthiy dalam Tafsir Jalalain menyatakan, riba adalah tambahan yang dikenakan di dalam mu’amalah, uang, maupun makanan, baik dalam kadar maupun waktunya.
Riba telah jelas keharamannya (lihat al-Baqarah: 275), orang yang mengambil riba akan kekal di neraka. Tapi kebanyakan kita tak tahu apa saja yang termasuk riba itu. Oleh sebab itu untuk dapat meninggalkan riba, kita harus tahu dulu transaksi mana saja yang termasuk riba itu.

Berikut ini kami rincikan transaksi ekonomi yang bagaimana saja yang termasuk riba:

1. Misalnya, si A meminjamkan uang sebanyak 10 juta kepada si B; dengan perjanjian si B harus mengembalikan hutang tersebut pada tanggal 1 Januari 2009; dan jika si B menunda pembayaran hutangnya dari waktu yang telah ditentukan (1 Januari 2009), maka si B wajib membayar tambahan atas keterlambatannya; misalnya 10% dari total hutang. Tambahan pembayaran di sini bisa saja sebagai bentuk sanksi (denda) atas keterlambatan si B dalam melunasi hutangnya, atau sebagai tambahan hutang baru karena pemberian tenggat waktu baru oleh si A kepada si B. Tambahan 10% inilah yang disebut dengan ‘RIBA NASII’AH.’ Contohnya: denda keterlambatan pembayaran kredit bank.

2. Anda meminjam uang tetangga anda sebesar Rp.5 juta, dan akan dibayarkan pada tanggal 1 juni. Pada saat pembayaran, anda memberi tambahan sebotol madu kepada tetangga anda, atau tetangga anda yang meminta tambahan sebotol madu. Maka sebotol madu itu adalah riba. Contoh lain adalah bunga bank yang kita ambil, karena pada faktanya adalah pada saat kita menabung bank sedang meminjam uang kita. Maka bunganya jika kita ambil adalah ‘RIBA QARDL.’
3. Jika kita melakukan barter barang secara langsung, misalnya menukar emas 1 gram dengan emas 1,5 gram maka kelebihan 0,5 gramnya adalah riba. Atau menukar uang Rp.100,- dengan uang pecahan Rp.500,- secara langsung, selisih Rp.400,-nya adalah riba. Disebut RIBA FADLAL.

4. Anda ingin menukar uang sebesar Rp.100.000,- kepada teman anda menjadi 2 lembar uang Rp.50.000,- Tapi ketika anda telah menerima 2 lembar uang pecahan 50.000,- anda belum langsung memberikan pecahan 100.000,- milik anda kepada teman anda. Anda lalu menyerahkan uang pecahan 100.000,- tersebut keesokan harinya dikantor. Padahal akad yang anda ucapkan pada teman anda saat itu adalah menukar, bukan meminjam.

5. Anda membeli sebungkus rokok kepada seorang pemilik kios, namun harga dari rokok tersebut tidak langsung anda bayarkan saat itu tapi anda bayarkan satu jam kemudian lewat anak anda yang masih kecil. Nomor 3 dan 4 disebut ‘RIBA YADD.’ Termasuk riba karena kedua belah pihak yang melakukan pertukaran uang atau barang telah berpisah dari tempat aqad sebelum diadakan serah terima.

Praktek-praktek riba yang sering dilakukan oleh bank adalah riba nasii’ah, dan riba qardl; dan kadang-kadang dalam transaksi-transaksi lainnya, terjadi riba yadd maupun riba fadlal. Seorang Muslim wajib menjauhi sejauh-jauhnya praktek riba, apapun jenis riba itu, dan berapapun kuantitas riba yang diambilnya. Seluruhnya adalah haram. (Muhammad F.)

rpa bima_2

Tentang Uma-Seo Makambali Dompu-Mantoi

Orang Dompu, tak tinggal di Dompu. Hanya orang biasa, tapi punya cita-cita
Pos ini dipublikasikan di Opini. Tandai permalink.

3 Balasan ke Contoh-contoh Riba

  1. Rachmat Tri Sakti berkata:

    Bila riba merajalela ,hanya tinggal menunggu waktu kerusakan tatanan ekonomi umat …

    Dan akhirnya justru akan menjadi sarana untuk membunuh diri sendiri sendiri karna tidak kuat dengan lilitan utang yang terus bertambah dan berbunga dengan subur …
    Maka rusaklah hidup satu orang karna RIBA …

    (Rahmat Tri Sakti_Xe)

  2. Rachmat Tri Sakti berkata:

    If usury is rampant, only a matter of time damage the economic order of the people …

    And eventually it will be a means to kill oneself alone is not strong because the debt that continues to grow and bloom with lush …
    Then the corrupted lives of people because RIBA …

    (Rachmat Tri Sakti_Xe)

  3. Samsul Rijal Maulana berkata:

    Usury Slavery Door …
    how that is done in order not to be slaves is to close all the doors in the direction of slavery. Then open the door wide open so that the slaves could be free. One is Banning Usury …

    (Samsul Rijal Maulana_Xe)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s