Memakan Riba, Kekal di Neraka


bahaya_riba_8

Kambali Dompu Mantoi – Anda tahu dosa apa yang akan membuat seorang manusia kekal di dalam neraka? Kafir, Syirik, apa lagi? Ya, salah satu dosa yang dapat membuat seseorang kekal di neraka (hiiiiyyy…. ngeri banget ya) adalah riba. Berikut ini kita bahas.

Ar-riba berasal dari bahasa Arab, berarti tambahan (al-ziyadah). Namun secara istilah, riba adalah tambahan yang dikenakan di dalam mu’amalah (Jual-beli maupun utang-piutang), baik berupa uang maupun barang, baik dalam kadar maupun waktunya, dapat juga menjadi riba karena menyalahi akad awalnya.

Riba hukumnya haram secara mutlak. Barangsiapa yang tetap mengambil riba ia telah berdosa dan Allah akan memasukannya ke dalam neraka jika dia tak segera bertobat dan meninggalkan sisa Riba yang ia makan.

Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya (TQS. Al-Baqarah: 275).

Ada empat macam riba menurut para ulama:

  1. Riba Nasi’ah: denda keterlambatan pembayaran hutang. Contoh: denda yang dipungut oleh rentenir, denda keterlambatan pembayaran angsuran kredit di Bank/BPR, dll.
  2. Riba Fadhl: kelebihan dalam barter barang yang sejenis. Contoh: menukar emas 1 gr dengan emas 1,5 gr, menukar beras10 kg dengan beras 11 kg, dll.
  3. Riba Qordh: hadiah berupa uang maupun barang kepada orang yang memberikan hutang. Contoh: memberikan ‘oleh-oleh’ sekeranjang jeruk atau sebotol madu kepada orang yang memberikan hutang, bunga bank, bunga hutang pada rentenir, dll.
  4. Riba Yadd: riba akibat tidak menepati akad. Contoh: (a) anda berakad menukar (barter) uang Rp.100.000 dengan dua lembar uang Rp.50.000 pada teman anda, anda ambil uang dia tapi uang Rp.100.000 baru anda kasih esok harinya, ini termasuk riba. Karena akad anda adalah ‘tukar’ bukan ‘pinjam.’ Kalau anda bayarnya besok itu namanya ‘hutang’ maka akadnya harus ‘pinjam’ bukan tukar, (b) anda berakad (mengatakan) ‘beli rokok’ di sebuah kios. Namun karena anda lupa bawa uang, anda ambil rokoknya tapi uang harga rokoknya baru anda kasih besoknya. Ini juga menyalahi akad, karena akad yang anda ucap adalah ‘beli’ bukan hutang. Sedangkan kata ‘beli’ itu harus kontan saat itu juga.

Kita harus tahu dan segera sadar, apakah transasksi ekonomi kita selama ini telah bebas dari riba atau belum. Kalau anda telah membaca artikel ini dan paham, maka anda wajib untuk segera meninggalkan sisa riba yang belum diambil. Sedangkan yang terlanjur itu tidak apa (sedekah dari Allah) asalkan jangan diulangi. Jika ini tidak anda lakukan, maka siapkanlah tubuh anda untuk selamanya di neraka.

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkanlah sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman (TQS. Al-Baqarah: 278).

…. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya (TQS. Al-Baqarah: 275).

Ya Allah saksikanlah, aku telah menyampaikan. WaLlahu a’lam bishowwab. (Abdullah Ibnu Ilham; GSR, 29/04/2011; 08.29)

rpa bima_2

Tentang Uma-Seo Makambali Dompu-Mantoi

Orang Dompu, tak tinggal di Dompu. Hanya orang biasa, tapi punya cita-cita
Pos ini dipublikasikan di Opini. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Memakan Riba, Kekal di Neraka

  1. ahmad Xe. berkata:

    Thats was right …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s