MENGOPTIMALKAN POTENSI BUDIDAYA RUMPUT LAUT DI KAB. DOMPU


rumput laut dompu

Kambali Dompu Mantoi – Beberapa bulan belakangan Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan terus melakukan ekstensifikasi dan intensifikasi budidaya rumput laut di beberapa provinsi yang dianggap sangat potensial untuk daerah budi daya tanaman bahan agar-agar ini. Salah satunya adalah Provinsi NTB yang di konsentrasikan di Kabupaten Dompu.
Sebenarnya hal ini tak terlepas dari target Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk menjadikan indonesia sebagai negara penghasil produk kelautan dan perikanan terbesar di dunia pada tahun 2015, dengan rumput laut sebagai salah satu komoditas andalan. Hal ini terungkap pada sambutan menteri kelautan dan perikanan yang dibacakan oleh Dirjen Perikanan Budidaya, Made L Nurdjana pada saat melakukan panen raya rumput laut di Kabupaten Belitung, Propinsi Babel pada 11 Mei yang lalu (www.antara.co.id).
Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Muhammad juga mengatakan Kementerian Kelautan dan Perikanan tengah menyiapkan setidaknya sekitar 60 klaster rumput laut dengan target produksi sebesar 10 juta ton pada tahun 2014. Kementerian Kelautan dan Perikanan bersama Pemerintah Daerah (Pemda) dan swasta telah membangun sebanyak 12 klaster rumput laut yang tersebar di Bangka Belitung, Sumenep Jawa Timur, Gorontalo, Pangkep Sulawesi Selatan, Dompu Nusa Tenggara Barat (NTB), Kabupeten Serang Banten, Kepulauan Riau, Minahasa Utara, Parigi Moutang Sulawesi Tengah, Polewalimandar Sulawesi Barat dan Bau Bau Sulawesi Tenggara (web.bisnis.com).
Budidaya rumput laut potensial sekali untuk dikembangkan, karena rumput laut dan olahannya memiliki pasar yang luas. Selain itu, mengembangkan budidaya rumput laut hanya membutuhkan investasi yang relatif kecil sehingga dapat dilakukan di wilayah pesisir miskin. Waktu pemeliharaan Rumput laut yang cukup singkat yakni 45 hari dengan teknologi yang mudah dan sederhana menjadikan dapat dengan mudah dikembangkan.
Menurut data dari Pusat Data, Statistik dan Informasi Kementerian Kelautan dan Perikanan, saat ini luas lahan untuk rumput laut termasuk di Kab. Dompu mencapai 4,5 juta hektare. Dengan lahan yang sangat potensial di teluk saleh dan tentu saja dukungan dari pemerintah pusat tidak mustahil Kabupaten Dompu akan mencapai target optimal produksi nasional seperti Provinsi Bangka Belitung.
Hal ini sangat penting guna meningkatkan jumlah pendapatan asli daerah (PAD) dengan menambah pos PAD yang selama ini didominasi oleh pemasukan dari retribusi. Memang perlu kita sadari tidak semua kalangan masyarkat Dompu akan memperoleh kesempatan bergelut di bidang budidaya rumput laut ini. Mereka yang bermukim di pesisir Dompulah yang akan menjadi penggerak utama produksi. Akan tetapi menurut hemat saya, jika pemerintah kabupaten dompu serius dalam pengembangan budidaya komoditas rumput laut ini dan juga adanya dukungan dari masyarakat Dompu secara umum, maka akan membantu meningkatkan kesjahteraan rakyat dan juga meningkatkan PADKabupaten Dompu.

Peta administrasi Kecamatan-dompu
Namun semua itu kembali pada keseriusan pemerintah dalam merespon pengembangan budidaya rumput laut ini. Jika pemerintahnya sendiri sibuk berkonflik dan membela kepentingan individu dan kelompok (apalagi dalam momen pilkada seperti saat ini), semuanya sulit sekali diharapkan. Ingatlah bahwa “penguasa adalah pengatur dan pemelihara urusan rakyat, dan ia akan dimintai pertanggung jawaban atas nasib rakyat yang diurusnya” (HR. Bukhari), maka pemerintah daerah harus lebih memperhatikan urusan rakyat ketimbang hanya mengurus kepentingan individu dan golongan sementara rakyat terabaikan. waLlahu a’lam bishowwab. (Muhammad Faisal)

Tentang Uma-Seo Makambali Dompu-Mantoi

Orang Dompu, tak tinggal di Dompu. Hanya orang biasa, tapi punya cita-cita
Pos ini dipublikasikan di Opini dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke MENGOPTIMALKAN POTENSI BUDIDAYA RUMPUT LAUT DI KAB. DOMPU

  1. Hendransyah berkata:

    saya stuju dengan pernyataan yang telah dipaparkan.
    Dalam hal ini pemerintah beserta lembaga yang bersangkutan (perikanan dan kelautan) harus melakukan penyuluhan kepada msyarakat pesisir yang berkaitan dengan pembudidayaan rumput laut. Tetapi dalam hal ini pemerintah juga harus memperhatikan beberapa faktor diantaranya yaitu berupa dana.
    Kalau bisa, untuk lebih menujang para mahasiswa/mahasiswi beserta para pelajar yang menggeluti dalam bidang perikanan dan kelautan agar mengikut sertakan meteka, sehingga dapat meningkatkan wawasan atau dapat terjun langsung dalam membudidayakan potensi perikanan tersebut.

  2. ihlas berkata:

    iya saya sangat setuju

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s