KAMBALI DOMPU MANTOI?


Oleh: Muhammad Faisal, S.Pd

Para pembaca mungkin heran dengan nama dari blog ini. Lalu kenapa pula namanya “kambali dompu mantoi,” bukan nama lain yang mungkin lebih keren? Berikut adalah jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut. Selamat membaca.

Kalau kita membaca nama dari blog ini, akan terbaca “kambali dompu mantoi.” Dalam bahasa indonesia artinya adalah “mengembalikan dompu yang dahulu.” Lalu dompu yang mana? Kapan? Zaman prasejarah atau kapan? Kondisi apakah yang terjadi pada masa itu sehingga pantas untuk kita wujudkan kembali pada saat sekarang? Tentu saja jawaban dari pertanyaan ini adalah kondisi terbaik pada masa dulu, yakni ketika Dompu (pada saat itu merupakan kesultanan dompu) masih diatur dengan syariat islam. Berikut kita sedikit membahsnya. Selamat membaca.

Dompu Mantoi (Dompu dahulu)

Islam masuk ke Dompu pada abad XIV sekitar tahun 1628 M, bahkan Islam sudah mulai masuk ke Dompu sekitar tahun 1528 M. Pembawa Islam ke tanah Dompu adalah Syech Nurdin, seorang pedagang keturunan Arab. Saat itu, Dompu dibawah pimpinan Raja Bumi Ruma Nae yang bergelar Dewa Mawa’a Taho yang masih menganut ajaran Hindu setelah mendapat pengaruh dari Majapahit.
Islam menjadi agama resmi Kerajaan Dompu ketika La Bata Nae naik tahta pada tahun 1545 M. Beliau selanjutnya mengubah sistem pemerintahan Kerajaan Dompu menjadi kesultanan. Beliau bergelar Sultan Syamsudin. Dan selanjutnya, diangkatlah Syech Abdul Salam, putera Syech Nurdin sebagai ulama istana Kesultanan Dompu.

Pada masa Sultan Salahuddin, diadakan perbaikan dalam sistem dan hukum pemerintahan. Beliau menetapkan hukum adat berdasarkan hasil musyawarah dengan Syariah Islam sebagai dasar satu-satunya. Dalam menjalankan pemerintahaannya Sultan dibantu oleh Majelis Hadat. Majelis hadat ini beranggotakan para menteri dengan gelar “Raja Bicara, Rato Rasana’e, Rato Perenta, dan Rato Renda.” Dewan Hadat ini merupakan badan kekuasaan yang mempunyai wewenang untuk mengangkat dan memberhentikan sultan. Hal ini bersumber dari system Syuro dalam Islam. Hadat juga merupakan kelengkapan pemerintahaan yang berfungsi menjalankan Hukum Islam yang di kepalai oleh seorang “Kadi” (Arab: Qodhi) atau sultan menurut keperluannya.

Menilik kondisi Dompu saat ini

Seiring dengan perkembangan zaman, Dompu, sebuah kabupaten di bagian tengah pulau sumbawa ini juga turut terpengaruh oleh globalisasi. Dalam segi kehidupan pun syariat Islam tak lagi mengatur masyarakat, akan tetapi digantikan oleh hukum sekuler yang memisahkan agama dengan negara. Artinya, agama hanya mengatur urusan ibadah (ritual), akidah, ahlak, dan beberapa aspek hukum yang berhubungan dengan hukum waris dan pernikahan. Dalam segi ekonomi, diatur dengan sistem ekonomi kapitalistik yang berlandaskan riba (bunga), sistem hukum warisan Belanda, sistem pendidikan matrealistis, dan sistem sosial yang hedonis (gemar hura-hura). Hukum Allah tak lagi diterapkan, sehingga keadaan Dompu dan juga seluruh Indonesia mengenaskan saat ini.
Padahal Allah berfirman dalam AL-Qur’an:

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya (Al-A’raf:96).
Dalam surat an-nur ayat satu Allah menjelaskan bahwa hukum (syariat) Islam wajib ditaati:
(Ini adalah) satu surat yang Kami turunkan dan Kami wajibkan (menjalankan hukum-hukum yang ada di dalam)nya, dan Kami turunkan di dalamnya ayat ayat yang jelas, agar kamu selalu mengingatinya (QS. An-Nur:1).

Banyak kaum yang mendurhakai perintah Allah dan Rasul-Nya, mereka diazab dengan azab yang mengerikan (lihat QS. Ath-Thalaq: 8). Sehingga Allah memperingatkan juga agar kita tidak mempermainkan hukum-hukunya, yakni mecampakan hukum itu dan mengambil hukum lain yang bukan bersumber dari Allah dan Rasul-Nya dan juga tidak memutuskan perkara dengan hukum kufur itu (lihat Al-baqarah:231 dan Al Maa’idah:49).

Nah, lewat tulisan dan blog ini, kami harapkan agar kita sebagai pewaris Muhammad Saw di tanah Dompu kembali sadar akan identitas kita. Dan memberikan nasehat dan peringatan kepada kita semua tentang hal yang telah lama kita lupakan. Lama sekali terlupa saking terlalu lamanya kita berada dengan hukum jahiliyyah, dan kita tidak merasakan semuanya seolah tidak ada apa-apa dan tidak terjadi masalah. Karena banyak permasalahan sebenarnya yang muncul akibat kita tidak memakai hukum Allah sebagai pemutus perkara di antara ummat Islam.

Apakah PERDA, UU, PERPU, dan semua hasil keputusan yang menyangkut hukum (peraturan) yang berlaku di Imdonesia dan juga Dompu hari ini murni bersumber dari Allah dan Rasul-Nya (Qur’an dan Sunnah)? Atau hanya diputuskan berdasarkan hawa nafsu dan kepentingan para penguasa dan pejabat, baik itu di lingkup eksekutif dan legislatif? Sebagai Contoh adalah hukuman bagi pembunuh dalam Islam adalah Qishas, jika si pembunuh tidak mendapatkan permaafan dari keluarga korban (lihat Al-Baqarah:178), namun apa yang terjadi sekarang? Pembunuh hanya dipenjara 2-3 tahun, itupun setelah keluar dia jadi gemuk dan putih dan tidak ada jaminan ia tidak akan mengulangi perbuatannya. Ini hanyalah satu contoh diantara jutaan contoh lain yang tidak akan muat lewat tulisan ini.

Ini bukan mengenai pilihan hukum apakah yang harus kita pakai atau dari mana sumber hukum itu berasal. Tapi ini mengenai kewajiban mentaati Allah dan Rasul-Nya yang harus dilakukan (lihat An-Nisa:59). Wajib artinya jika dilakukan mendapat pahala, dan jika diabaikan akan mendapat siksa (dosa). Wajibnya mentaati Allah dan Rasulnya untuk menjalankan hukum syariat sama dengan wajibnya sholat puasa dan zakat. Ketika kita tidak sholat kita merasa berdosa, Lalu kenapa ketika tidak menerapkan hukum Allah dalam setiap sendi kehidupan kita, kita tak pernah merasa berdosa. Kecuali kita sudah merasa bahwa tak melaksanakan shalat-pun tidak masalah.

Nah, lewat blog ini kami ingin bersilaturrahim dengan anda dan saling mengingatkan dalam kebenaran (lihat Al-Ashri:1-5). Kami ingin kita semua kembali sadar akan hak Allah yang kita abaikan sehingga ia melaknat kita dengan menimpakan kehinaan. DARI SEGI IPM DOMPU ADALAH NOMOR LIMA DI NTB, SEDANGKAN NTB URUTAN KE-2 DARI BAWAH ATAS SELURUH PROVINSI. DARI SEGI PEMBANGUNAN TAK ADA YANG BISA DIBANGGAKAN, DARI SEGI POLTIK DAN HUKUM SANGAT MEMALUKAN. INGATLAH SAUDARAKU, BENCANA ITU DATANG BUKAN HANYA DALAM BENTUK BANJIR, ANGIN PUTING BELIUNG ATAU TSUNAMI. JUGA IA DATANG DALAM BENTUK BENCANA SOSIAL SEPERTI MARAKNYA KORUPSI, KOLUSI, DEGRADASI MORAL GENERASI MUDA, MARAKNYA PERZINAHAN, DAN SEBAGAINYA. ITU ADALAH HUKUMAN DARI ALLAH KARENA KITA MENINGGALKAN HUKUM-NYA DAN MENGAMBIL HUKUM KAFIR BARAT.

Kondisi Dompu yang seperti di ataslah yang pantas kita wujudkan kembali. Yakni Dompu yang berhukum dengan hukum Tuhan seperti dulu. Tentu saja penyimpangan-penyimpangan yang terjadi dahulu akan diperbaiki. mari kita sama-sama membahas solusi atas ketertinggalan Dompu kita di berbagai bidang. Tentu saja kita membahas dari sudut pandang Islam sebagai ideologi yang sempurna. Karena Islam telah memberikan solusi untuk berbagai masalah manusia. Karena Islam berasal dari Allah, dzat yang Maha segalanya.

Terakhir, kami ingin mengingatkan firman AllahSwt dalam surat Al-Maidah:50:

Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin ? (QS. Al-Maidah:50).
Wallahu a’lam bishshowwab

rpa bima_2

Tentang Uma-Seo Makambali Dompu-Mantoi

Orang Dompu, tak tinggal di Dompu. Hanya orang biasa, tapi punya cita-cita
Pos ini dipublikasikan di Do Little to Reach a Big Goal dan tag , , , , . Tandai permalink.

13 Balasan ke KAMBALI DOMPU MANTOI?

  1. miftahurahman berkata:

    bxk tentng islam ne pak gru eeee
    minta ngsi jmpol bngtttt

  2. andri berkata:

    ya…….., tentu pemerintah skrng ge ptr otaknya n salah satunya kita hrs mengembangkan kembali karakter bangsa kita

  3. fera berkata:

    setiap paragraf tetap ada,dalam al-Qur’an,,,,,,,,,,,,,,
    hummmmmm😦

  4. nurul kusumawardani xf berkata:

    mboto zzzz d baca pak gru eeee rhulll d wa,u adhe q baca………
    pak gru qk gnteng skli cheeeeee…….//////
    ake mpa loa q komen pak////////////

  5. TAJDIDUL UMAM berkata:

    KATA2 NYA BAGUS SEKALI

  6. Dou mbojo berkata:

    Mohon maaf sbelumnya,.
    Saya mau bertanya.
    Asi dompu terletak di wilayah mana yah Bang.
    Mohon infonya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s